Bogor, Katasulsel.com – Operasi besar-besaran penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) digelar di kawasan Pasar Ciluar, Desa Cijujung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (21/5/2026). Sebanyak 150 personel gabungan dari PLN, TNI, dan Polri diterjunkan untuk menyisir puluhan bangunan yang diduga terlibat pelanggaran penggunaan listrik ilegal.
Operasi gabungan ini melibatkan PLN UP3 Bogor, Korem 061/Suryakancana, Kodim 0621/Bogor, Denpom III/1-3 Cibinong, Polres Bogor, hingga Koramil 0621-2/Sukaraja.
Fokus utama razia berada di kawasan Komplek Ruko 2 Raja, yang disebut telah lama menjadi sorotan setelah sejumlah bangunan kosong diduga disulap menjadi tempat hiburan malam (THM) atau KTV liar, sekaligus terindikasi menggunakan arus listrik tidak sah.
Penertiban dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di lapangan, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di 38 titik bangunan di area Ruko 2 Raja. Pengecekan dilakukan terukur sesuai prosedur untuk memastikan ada tidaknya praktik pencurian listrik, termasuk dugaan pencantolan liar, instalasi ilegal, hingga manipulasi kWh meter.
Manager PLN ULP Bogor Timur, Setiadi, menegaskan operasi P2TL dilakukan dengan pendekatan persuasif namun tetap tegas.
“Fokus kami menjaga keselamatan warga dan mencegah potensi gangguan akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Pendekatan ini lebih pada pembinaan, bukan mencari kesalahan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kawasan pasar tradisional dan area niaga merupakan titik dengan aktivitas tinggi sehingga risiko gangguan kelistrikan harus dikendalikan secara serius.
PLN juga menyebut operasi ini dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap kualitas layanan serta tingginya susut energi (losses) di wilayah tersebut.
Dari hasil razia, seluruh proses berjalan kondusif berkat pengamanan ketat dan koordinasi lintas instansi.
Selain pemeriksaan, petugas juga melakukan tindakan tegas berupa pemutusan sambungan hingga penyitaan barang bukti terhadap dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Kasi Intel Kasrem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Syafrinaldi, mengatakan keterlibatan TNI dalam operasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap penegakan aturan serta efisiensi energi.
“Kegiatan ini didasari indikasi pelanggaran pemakaian tenaga listrik, seperti pencantolan liar, instalasi ilegal, maupun manipulasi kWh meter. Kolaborasi dengan PLN juga mendukung efisiensi energi,” tegasnya.
Dengan kekuatan 150 personel, penyisiran 38 bangunan, dan operasi selama 2 jam, penertiban P2TL di Pasar Ciluar menjadi salah satu operasi skala besar PLN di Bogor untuk menekan pencurian listrik sekaligus memastikan keamanan jaringan di kawasan ekonomi padat aktivitas. (*)
