Kendari, katasulsel.com — Suasana hangat langsung terasa saat rombongan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang tiba di Kota Kendari, Kamis (28/5/2026).

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah dan sejumlah pejabat daerah disambut langsung oleh warga perantauan Sidrap yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Bugis Sidrap (Kebugis) Sulawesi Tenggara.

Penyambutan itu bukan sekadar seremoni.

Mulai dari penjemputan di Bandara Haluoleo hingga makan malam di Padi-Padi Restaurant, suasana kekeluargaan terlihat begitu kental. Banyak warga diaspora Sidrap tampak antusias bertemu langsung dengan rombongan pemerintah daerah dari kampung halaman mereka.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Turut hadir dalam rombongan Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, para pimpinan DPRD, Kapolres Sidrap Fantry Taherong, hingga sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Sidrap.

Bukan Sekadar Kunker, Tapi “Misi Ekonomi”

Di hadapan warga Sidrap di Kendari, Syaharuddin Alrif menegaskan kunjungan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan.

Ada “misi ekonomi” besar yang sedang dibangun.

Salah satunya terkait legalisasi kerja sama perdagangan pangan antara Sidrap dan Kendari, terutama komoditas telur, beras, hingga daging ayam yang selama ini memang banyak dipasok dari Sidrap ke Sulawesi Tenggara.

Menurut Syaharuddin, hubungan dagang itu selama ini berjalan aktif, namun belum tercatat secara resmi sebagai kerja sama antardaerah.

Karena itu, Pemkab Sidrap ingin memperkuat pengakuan formal agar kontribusi sektor pangan daerah bisa tercatat di tingkat nasional.

“Suplai pangan di Kendari cukup dominan berasal dari Sidrap. Karena itu kita ingin ada legalisasi kerja sama supaya tercatat resmi di pemerintah pusat,” ujar Syaharuddin.

“Prestasi Itu Ditulis Angka, Bukan Konten”

Dalam sambutannya, Syaharuddin juga sempat melontarkan pernyataan yang langsung mencuri perhatian tamu undangan.

Ia menegaskan kemajuan Sidrap tidak dibangun lewat sekadar pencitraan di media sosial.

“Keberhasilan daerah itu bukan ditulis lewat narasi di media sosial, tapi ditulis lewat angka Badan Pusat Statistik,” tegasnya.

Ia kemudian memaparkan sejumlah capaian daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi Sidrap yang disebut naik dari 4 persen menjadi 7,71 persen hingga angka kemiskinan yang turun dari 5 persen menjadi 4 persen.

Tak hanya itu, Syaharuddin juga mengungkapkan bahwa Sidrap akan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan penurunan angka kemiskinan terendah di Pulau Sulawesi.

Pernyataan itu langsung mendapat sambutan hangat dari para perantau Sidrap yang hadir.

Diaspora Sidrap di Kendari Dapat “Panggung”

Menariknya, malam silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang sambutan formal.

Bupati Sidrap bahkan memperkenalkan satu per satu rombongan yang ikut hadir, mulai dari anggota DPRD, kepala dinas, hingga staf protokol.

Tujuannya sederhana: agar warga Sidrap di Kendari merasa lebih dekat dengan pemerintah daerahnya sendiri.

Ketua Kebugis Sultra, Amir Ali, mengaku bangga atas kunjungan tersebut.

Menurutnya, warga Sidrap di Kendari berasal dari berbagai latar profesi, mulai pengusaha, profesional, hingga pelaku usaha kecil.

Karena itu, pertemuan seperti ini dianggap penting untuk memperkuat jaringan dan membuka ruang kolaborasi.

“Kami berharap ada sharing pengalaman dan semangat membangun daerah dari Bapak Bupati untuk warga Sidrap di Kendari,” ujarnya.

Sidrap dan Kendari, Bukan Sekadar Tetangga Dagang

Kunjungan kerja yang berlangsung hingga 31 Mei 2026 itu kini dipandang bukan sekadar agenda pemerintahan biasa.

Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi simbol bagaimana hubungan antardaerah dibangun lewat jalur ekonomi, diaspora, dan rasa kekeluargaan.

Di meja makan malam itulah, percakapan tentang kampung halaman, perdagangan pangan, hingga masa depan Sidrap dan Kendari seolah menyatu dalam satu suasana: hangat, akrab, dan penuh kepentingan pembangunan. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.