📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppWajo, Katasulsel.com – TNI tidak selalu hadir dengan sepatu lars di medan latihan. Di Desa Alelebbae, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Selasa (3/1/2026), kehadiran TNI justru menyatu dengan timbangan balita, buku KIA, dan antrean ibu-ibu di Posyandu.
Babinsa Koramil 1406-10/Pitumpanua, Serda Muhammad Ridwan, terlihat aktif mendampingi kegiatan Posyandu Mawar. Bukan sekadar berdiri mengawasi. Ia ikut memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar—dari awal hingga selesai.
Posyandu hari itu melayani ibu hamil, balita, dan lansia. Aktivitas rutin, tapi krusial. Di sinilah pertumbuhan anak dipantau, kesehatan ibu diperiksa, dan lansia mendapat perhatian dasar. Dan di titik inilah negara seharusnya hadir, bahkan dalam bentuk paling sederhana.
Serda Ridwan berkoordinasi langsung dengan petugas kesehatan dan kader Posyandu. Mengatur alur warga, membantu kelancaran pelayanan, sekaligus memastikan suasana tetap kondusif. Tidak ada instruksi keras. Yang ada kerja sama.
Pendampingan ini menjadi potret kecil peran Babinsa di wilayah binaan. Bukan hanya soal keamanan teritorial, tetapi juga dukungan terhadap program kesehatan masyarakat. Dari posyandu, pesan penting itu disampaikan tanpa seremoni.
Kehadiran Babinsa memberi rasa aman bagi warga, terutama ibu-ibu yang membawa anak balita. Sekaligus memperkuat hubungan antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat—hubungan yang dibangun lewat kerja nyata, bukan sekadar slogan.
Di Kecamatan Pitumpanua, Posyandu Mawar hari itu berjalan lancar. Tidak ada hiruk-pikuk. Tidak ada kendala berarti. Semua selesai tepat waktu. Mungkin tampak sepele. Tapi dari kegiatan semacam inilah kehadiran negara dirasakan paling dekat oleh warganya.
Dan Serda Muhammad Ridwan, pagi itu, memilih hadir di sana. Di antara warga. Di antara timbangan dan catatan kesehatan. Menjalankan tugas dengan cara yang paling membumi.(*)








Tinggalkan Balasan