Sidrap, Katasulsel.com β€” Pagi di SD No. 3 Lawawoi, Selasa (10/2), tidak hanya dipenuhi suara pelajaran dan bel istirahat. Ada yang lain. Anak-anak berbaris rapi. Bukan untuk upacara. Tapi untuk dicek kesehatannya.
Tim Penjaringan Anak Sekolah Puskesmas Lawawoi turun langsung ke sekolah. Masuk kelas. Menyapa siswa. Lalu mulai bekerja. Satu per satu anak menjalani screening kesehatan.

Apa saja yang diperiksa? Lengkap.

Dari indra penglihatan, pendengaran, hingga kulit dan kuku. Lanjut ke gigi dan mulut. Dicek pula tanda-tanda vital, tingkat kecemasan, sampai pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tubuh kecil itu dipetakan. Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi untuk memastikan mereka tumbuh sehat.

Kalau ditemukan kelainan? Tidak dibiarkan. Siswa langsung diberi rujukan ke Puskesmas Lawawoi. Intervensi lanjutan menunggu. Cepat. Tidak bertele-tele.

β€œInsya Allah, penjaringan dan screening ini akan dilaksanakan di seluruh sekolah dasar yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi,” ujar Kepala Puskesmas Lawawoi, Muhammad Ali, SST., Ns.

Yang penting dicatat: gratis. Tanpa pungutan. Tanpa syarat.

Di usia sekolah dasar, penyakit sering tak bersuara. Mata minus, gigi berlubang, kecemasan berlebihβ€”semuanya bisa luput jika tak dicari. Puskesmas Lawawoi memilih menjemput, bukan menunggu.
Karena kesehatan anak sekolah bukan urusan nanti. Tapi sekarang. (Asri)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru