Sidrap, katasulsel.com — Dari ribuan suara yang menggema di aula audisi, hanya segelintir yang berhasil keluar dari “meja uji” dengan satu status yang paling ditunggu: lanjut.
Audisi offline Dangdut Academy 8 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan hasil. Sejumlah nama peserta dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi disebut telah lolos ke tahap berikutnya. Namun, ini belum benar-benar terkonfirmasi
Mereka bukan sekadar penyanyi. Mereka adalah yang berhasil bertahan dari seleksi awal yang dikenal ketat—bahkan banyak peserta harus “gugur sebelum tampil” karena tidak lolos tes vokal di meja uji.
Kini, nama-nama yang tersisa mulai beredar luas di berbagai platform media sosial (medsos).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Nirwana, pelajar dari SMA Negeri 3 Sidrap. Di tengah dominasi peserta dari berbagai daerah, Nirwana muncul sebagai representasi talenta lokal yang mampu bersaing.
Ia disebut masuk dalam daftar peserta yang akan dipanggil pihak Indosiar untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Bagi pelajar SMA, ini bukan sekadar pencapaian. Ini lompatan—dari bangku kelas menuju kemungkinan tampil di layar nasional.
Selain Nirwana, nama lain yang juga mencuat adalah Rai asal Polman, Sulawesi Barat. Kehadirannya menegaskan bahwa audisi Sidrap bukan hanya milik satu daerah, tapi menjadi “titik kumpul” talenta dari seluruh Sulawesi.
Ada juga Azzahra dari Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Ia bahkan sudah mulai mendapat perhatian publik karena disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Mila DA7—sebuah label yang bisa jadi berkah, tapi juga tantangan tersendiri.
Nama-nama ini beredar setelah diunggah oleh akun media sosial “Unchu 737”, yang dikenal aktif membagikan informasi seputar ajang dangdut.
Dalam unggahannya, tampak deretan foto peserta yang disebut lolos, lengkap dengan komentar yang langsung memantik perhatian warganet.
“Peserta yang lolos ke tahap selanjutnya DA8 Sidrap… dua di antaranya ada mirip sama seseorang ya,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu pun menjadi semacam “paddock bocoran” bagi para penggemar. Belum resmi diumumkan di layar televisi, tapi sudah mulai jadi bahan perbincangan.
Namun satu hal yang pasti: jalan mereka belum selesai.
Lolos dari audisi offline baru seperti keluar dari tikungan pertama. Di depan masih ada trek panjang—panggilan resmi, seleksi lanjutan, hingga kemungkinan tampil di hadapan juri utama.
Di titik ini, bukan hanya soal suara. Tapi juga mental, konsistensi, dan kemampuan bertahan di tengah tekanan.
Sidrap mungkin hanya menjadi titik awal. Tapi dari titik inilah, mimpi-mimpi besar mulai bergerak.
Dan bagi Nirwana, Rai, Azzahra, serta nama-nama lain yang mulai muncul ke permukaan—satu langkah kecil ini bisa jadi awal dari panggung yang jauh lebih besar. (*)
