Jakarta, katasulsel.com — Kabupaten Sidrap kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, tampil sebagai narasumber dalam program talkshow live “Zona Inspirasi” di Kompas TV, Senin (8/6/2026), dengan mengangkat tema besar “Sidrap Bergerak: Dari Ketahanan Pangan Menuju Kesejahteraan Masyarakat”.
Dalam tayangan berdurasi 30 menit yang dipandu host Egiet Hapsari dari Studio Kompas TV itu, Syaharuddin memaparkan arah besar pembangunan Sidrap yang kini menitikberatkan pada transformasi sektor pertanian, penguatan layanan dasar, hingga pengembangan investasi berkelanjutan.
Sejak awal diskusi, Sidrap ditegaskan sebagai salah satu lumbung pangan penting di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur. Namun menurut Syaharuddin, posisi tersebut tidak cukup hanya dipertahankan, melainkan harus ditingkatkan melalui transformasi menyeluruh.
“Kami menangkap arahan Presiden dan Menteri Pertanian soal swasembada pangan. Karena itu, Sidrap langsung melakukan transformasi untuk meningkatkan produktivitas, baik padi, jagung, maupun sektor pangan lainnya,” ujarnya.
Transformasi tersebut, lanjutnya, mencakup perubahan pola kerja petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, penguatan manajemen air, ketersediaan pupuk, penerapan teknologi pertanian, percepatan masa panen, hingga hilirisasi dan perluasan pasar.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah “Listrik Masuk Sawah”, yang dinilai mampu mengubah wajah pertanian Sidrap. Program ini menyasar sekitar 18.000 hektare lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya panen satu kali dalam setahun.
Dengan dukungan listrik, sistem pengairan menjadi lebih efisien, biaya produksi menurun, dan intensitas tanam meningkat signifikan.
“Program ini mendorong indeks pertanaman menjadi IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun. Produktivitas pun ikut naik,” jelasnya.
Di sektor ketahanan pangan, Sidrap juga memperluas kerja sama antar-daerah, termasuk dengan wilayah di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara, khususnya dalam suplai beras dan telur.
Memasuki segmen kesehatan, stunting, dan kesejahteraan masyarakat, Syaharuddin menekankan pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting), yang melibatkan partisipasi masyarakat dan dermawan untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
Selain itu, Pemkab Sidrap juga mendorong kebiasaan konsumsi protein melalui program sederhana “makan sebutir telur sehari” sebagai upaya memperkuat gizi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah turut mengoptimalkan zakat produktif yang tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai modal usaha bagi keluarga penerima manfaat, guna memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.
“Seluruh upaya ini diperkuat dengan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan agar dampaknya benar-benar terasa dan berkelanjutan,” tutur Syaharuddin.
Pada segmen terakhir, fokus pembahasan mengarah pada investasi dan energi. Syaharuddin menyoroti potensi besar Sidrap dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Sejak 2017, PLTB Sidrap telah beroperasi dengan kapasitas 75 megawatt dan mampu menyuplai listrik bagi sekitar 42.000 rumah tangga. Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan PLTB lanjutan serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Capaian Sidrap dalam menekan angka kemiskinan dan stunting, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Sulawesi Selatan, turut mendapat apresiasi pemerintah pusat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik ke depan,” pungkas
Syaharuddin.Penampilan Bupati Sidrap di panggung nasional ini sekaligus menegaskan arah baru pembangunan daerah yang tidak hanya bertumpu pada sektor pangan, tetapi juga menyasar kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
