Dairi, Katasulsel.com – Kabupaten Dairi yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu dan sentra peternakan sapi perah di Sumatera Utara berpeluang ikut merasakan dampak positif dari geliat investasi besar di sektor persusuan nasional.
Hal itu menyusul dimulainya pembangunan peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama industri susu nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor peternakan nasional.
Peternakan modern tersebut akan menampung sekitar 30.000 ekor sapi perah dan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pusat produksi pakan ternak, hingga pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk. Nilai investasinya mencapai Rp1,2 triliun dan disebut sebagai salah satu proyek peternakan sapi perah terbesar di Asia Tenggara.
Bagi Kabupaten Dairi, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa industri susu nasional sedang memasuki fase pertumbuhan baru. Selama ini Dairi dikenal memiliki potensi besar di sektor peternakan sapi perah dengan dukungan iklim pegunungan yang relatif cocok untuk pengembangan usaha persusuan.
Kehadiran investasi besar di Jawa Tengah diperkirakan akan memperkuat ekosistem industri susu nasional, mulai dari pengembangan bibit, pakan ternak, teknologi peternakan, hingga jaringan pemasaran susu segar.
CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menyebut peternakan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar per tahun. Produksi dalam jumlah besar itu diharapkan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu sekaligus memperkuat target swasembada susu nasional.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menilai investasi sektor sapi perah tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi susu, tetapi juga membuka peluang kemitraan dengan peternak rakyat, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ekonomi daerah.
Menariknya, perusahaan juga menyiapkan pola kemitraan dengan peternak dan petani, termasuk pengembangan pakan ternak dan usaha peternakan berbasis masyarakat. Skema seperti ini dinilai dapat menjadi peluang bagi daerah-daerah penghasil susu, termasuk Kabupaten Dairi, untuk ikut terlibat dalam rantai pasok industri susu nasional yang terus berkembang.
Dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor persusuan, Kabupaten Dairi memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah potensial pengembangan sapi perah di Indonesia. Modernisasi peternakan, peningkatan kualitas susu, serta penguatan kemitraan menjadi faktor penting agar peternak lokal dapat mengambil manfaat dari pertumbuhan industri susu nasional yang sedang berlangsung.
(*)
