Jakarta, Katasulsel.com — Ada sebuah keanehan dalam isu “kasir Indomaret viral” yang belakangan ramai berseliweran di media sosial.

Namanya disebut.

Wajahnya ditampilkan.

Bahkan sebuah identitas ikut ditempelkan.

Tetapi siapa sebenarnya perempuan itu?

Hingga kini, tidak ada konfirmasi yang dapat memastikan identitas asli sosok perempuan yang disebut-sebut sebagai kasir tersebut. Nama “Lylia” yang beredar pun belum memiliki dasar yang jelas dan tidak disertai klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.

Yang tersisa justru sebuah cerita yang terus diproduksi oleh media sosial.

Potongan gambar beredar dari satu akun ke akun lainnya. Caption berubah. Narasi bertambah. Istilah baru bermunculan. Lama-kelamaan, sosok yang sebenarnya anonim seolah memiliki identitas yang pasti.

Padahal, belum tentu.

Inilah sisi lain dari sebuah konten viral: ketika fakta belum ditemukan, media sosial sudah lebih dulu menciptakan cerita.

Sosok perempuan tersebut kemudian digambarkan dengan berbagai label. Ada yang membangun citra tertentu melalui caption dan potongan video, seolah-olah penonton telah mengenal kehidupan pribadi perempuan tersebut.

Padahal, sebuah potongan gambar tidak cukup untuk menjelaskan siapa seseorang.

Apalagi untuk membuktikan sebuah tuduhan.

Lebih problematis lagi ketika nama sebuah perusahaan ikut diseret ke dalam narasi.

Pencantuman nama Indomaret dalam unggahan tidak serta-merta membuktikan bahwa perempuan yang ditampilkan merupakan karyawan perusahaan tersebut atau memiliki hubungan dengan narasi yang beredar.

Jika informasi itu keliru, dampaknya bukan perkara kecil.

Seseorang yang tidak pernah meminta menjadi terkenal bisa tiba-tiba wajahnya beredar di ribuan akun.

Nama sebuah perusahaan dapat ikut tercoreng.

Dan karyawan lain yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan konten tersebut bisa ikut terkena dampaknya.

Ketika “Lylia” Menjadi Identitas yang Diciptakan Internet

Nama “Lylia” menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam narasi tersebut.

Tetapi sampai ada bukti yang dapat diverifikasi, nama itu seharusnya diperlakukan sebagai klaim media sosial, bukan fakta.

Sebab prinsip paling sederhana dalam jurnalistik tetap berlaku: identitas seseorang tidak boleh dibangun hanya dari caption akun anonim.

Apalagi jika narasinya berkaitan dengan konten pribadi atau vulgar.

Di sinilah publik perlu membedakan antara apa yang benar-benar terlihat dengan cerita yang ditambahkan oleh pengunggah.

Keduanya tidak selalu sama.

Istilah Aneh Ikut Bermunculan

Dalam penyebaran isu tersebut, muncul pula istilah “coolmax” yang digunakan oleh sejumlah akun.

Istilah semacam ini dapat menjadi bagian dari bahasa pengganti yang digunakan pengguna media sosial ketika membicarakan topik sensitif agar tidak secara langsung menggunakan kata-kata tertentu.

Fenomena tersebut memperlihatkan satu hal: ketika sebuah isu mulai dibatasi oleh sistem moderasi, pengguna dapat menciptakan istilah baru untuk mempertahankan jangkauan konten.

Akibatnya, satu istilah bisa berubah menjadi kode yang kemudian ikut dicari dan disebarkan.

Jangan Sampai Rasa Penasaran Menjadi Perangkap

Di tengah ramainya pencarian, tautan yang mengklaim menyediakan rekaman lengkap juga bermunculan.

Di sinilah risiko terbesar justru berada.

Tautan sensasional tidak otomatis berisi konten yang dijanjikan. Pengguna bisa saja diarahkan ke situs tidak dikenal, halaman iklan agresif, spam, atau situs phishing yang mencoba mengambil informasi pribadi.

Karena itu, jangan memasukkan kata sandi, kode OTP, data kartu, atau informasi akun hanya demi membuka tautan yang dijanjikan sebagai “video viral”.

Dan yang tak kalah penting: jangan ikut mengunggah ulang foto atau video seseorang hanya karena sedang viral.

Sebab sekali sebuah wajah masuk ke dalam mesin viralitas media sosial, sangat sulit menariknya kembali.

Pada akhirnya, “kasir Indomaret viral” mungkin memang menjadi trending topic.

Tetapi viral bukan berarti benar.

Nama “Lylia” belum tentu identitas sebenarnya.

Dan sosok perempuan yang wajahnya beredar belum tentu orang yang digambarkan dalam narasi tersebut.

Di tengah internet yang bergerak lebih cepat daripada fakta, terkadang berita terbesar justru adalah ketika kita berani mengatakan: belum terbukti. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Viral Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Viral hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Viral terbaru di sini