Oleh: Dinda Fatimah Zahra
Ada yang menarik di Wajo akhir pekan lalu.
Bukan soal listrik padam.
Justru sebaliknya.
Perusahaan listrik sedang menyalakan sesuatu yang lebih penting dari lampu.
Mimpi anak-anak sekolah.
PT PLN Nusantara Power UP Sengkang datang ke acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII.
Acara guru-guru.
Acara orang-orang yang setiap hari bertugas mencerdaskan bangsa.
Namun yang mencuri perhatian bukan hanya diskusi pendidikan.
Melainkan amplop beasiswa.
Beberapa siswa menerimanya.
Mungkin nilainya tidak akan membuat mereka langsung kaya.
Tetapi nilainya bisa jauh lebih besar dari angka yang tertulis.
Karena beasiswa bukan sekadar uang.
Ia adalah pesan.
Pesan bahwa ada orang yang percaya mereka bisa berhasil.
Dan kadang kepercayaan seperti itu lebih mahal daripada nominal bantuan itu sendiri.
Saya sering melihat anak-anak cerdas berhenti sekolah bukan karena tidak mampu belajar.
Melainkan karena tidak mampu membayar.
Potensinya tinggi.
Semangatnya besar.
Tetapi dompet keluarganya tipis.
Di sinilah beasiswa menjadi penting.
Ia menjadi jembatan antara kemampuan dan kesempatan.
PLN Nusantara Power UP Sengkang tampaknya memahami itu.
Mereka tidak hanya memproduksi listrik dari mesin pembangkit.
Mereka juga mencoba menghidupkan harapan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Bahasanya memang resmi: TJSL.
Tetapi maknanya sederhana.
Perusahaan hadir membantu masyarakat.
Khususnya di bidang pendidikan.
Karena pendidikan adalah investasi paling panjang umurnya.
Jalan bisa rusak.
Gedung bisa lapuk.
Mesin bisa usang.
Tetapi ilmu pengetahuan bisa bertahan seumur hidup.
Bahkan diwariskan ke generasi berikutnya.
Di acara Temu Pendidik Nusantara itu, para guru berkumpul.
Mereka berbagi pengalaman.
Bertukar ide.
Mendiskusikan cara mengajar yang lebih baik.
Lalu di tengah forum itu, para siswa menerima beasiswa.
Sebuah simbol yang indah.
Guru sedang memperbaiki cara belajar.
Siswa sedang diperkuat agar bisa terus belajar.
Lengkap.
Saya membayangkan ada anak yang malam itu pulang membawa kabar gembira kepada orang tuanya.
Mungkin ayahnya petani.
Mungkin ibunya pedagang kecil.
Mungkin mereka selama ini khawatir memikirkan biaya sekolah berikutnya.
Lalu tiba-tiba ada bantuan datang.
Tidak menyelesaikan semua masalah.
Tetapi setidaknya membuat langkah berikutnya terasa lebih ringan.
Itulah pentingnya pendidikan.
Dan itulah mengapa perusahaan yang peduli pendidikan layak mendapat apresiasi.
Karena bangsa ini tidak kekurangan anak pintar.
Yang sering kurang adalah kesempatan.
Maka ketika ada pihak yang membantu membuka jalan, sekecil apa pun, dampaknya bisa sangat panjang.
PLN Nusantara Power UP Sengkang mungkin dikenal karena pembangkit listriknya.
Tetapi akhir pekan lalu, mereka sedang membangkitkan sesuatu yang lain.
Harapan.
Dan di dunia pendidikan, harapan sering kali menjadi energi paling kuat.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
