DAIRI – Sebuah peristiwa keluarga yang berujung tragis terjadi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Senin (7/7/2026) sore. Seorang pria yang datang untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit justru harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat pertengkaran dengan adik kandungnya.
Insiden tersebut terjadi di Lingkungan Sitalmak, Kelurahan Pegagan Julu I. Peristiwa itu menyita perhatian warga sekitar karena melibatkan dua saudara kandung dalam satu rumah keluarga.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pria bernama Agus Sinambela datang ke rumah orang tuanya untuk menjenguk sang ibu yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan.
Namun suasana yang semula bertujuan untuk silaturahmi berubah menjadi ketegangan setelah terjadi cekcok antara Agus dan adiknya yang berinisial MS.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pertengkaran tersebut kemudian berkembang hingga terjadi dugaan penggunaan senjata tajam.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, MS diduga mengambil senjata tajam saat keributan berlangsung.
Dalam situasi itu, Agus disebut berusaha menghindar dan menangkis serangan yang mengarah kepadanya. Akibatnya, bagian tangan kanan korban mengalami luka serius.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dari informasi tenaga medis, luka yang dialami korban tergolong cukup berat sehingga memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Pasien datang dengan luka robek yang cukup luas pada bagian tangan dan kemudian dirujuk untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap sumber medis yang menangani korban.
Peristiwa tersebut juga membuat orang tua keduanya terpukul. Keributan yang terjadi di dalam rumah keluarga disebut memicu kemarahan sang ayah yang kemudian meminta kedua anaknya meninggalkan lokasi.
Hingga Selasa malam, pihak kepolisian menyebut belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski demikian, aparat tetap melakukan pemantauan dan mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi secara utuh.
“Kami masih mengatensi kejadian ini. Sampai saat ini belum ada laporan polisi yang masuk,” kata AKP Syahril Ramadhan.
Kasus ini menjadi perhatian warga Dairi karena memperlihatkan bagaimana konflik keluarga yang tidak terkendali dapat berujung pada insiden yang membahayakan keselamatan.
Sementara itu, kondisi korban dikabarkan masih dalam penanganan medis setelah dirujuk ke Kota Medan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
