Oleh: Sarifuddin Siregar

Langit tampak mendung. Perlahan angin berhembus. Begitu juga rintik hujan, sesekali jatuh membasahi dedaunan dan tanah. Seolah, bumi turut berduka meratapi kepergian Brian Sabat Taruna Capah (31), Minggu (5/7/2026).

Sementara, suara ‘andung’ (tangisan) terdengar dari barisan kaum hawa yang duduk di dekat dinding di sebuah rumah di bilangan Jalan Akper/SKB Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Mereka adalah famili dekat yang merasakan pilu mendalam.

Rumah itu tidak terlalu besar. Bukan megah. Namun, jejeran foto wisuda dipajang di dinding.

Mengagumkan. Ini menggambarkan, pendidikan si buah hati jauh lebih penting ketimbang tampilan kemewahan. Falsafah orang Batak, ‘anakkon hido hamoraon di au (anakku adalah kekayaaan bagiku- pendidikan generasi penerus merupakan prioritas keluarga).

Foto pernikahan Brian dan istri, Hotma Silaan digantung di sana. Bodinya tambun dan makmur. Bersahaja.

Warga sekitar ramai mengunjungi kediaman tempat Taruna dibesarkan. Penduduk menunjukkan rasa solidaritas dan empati. Beberapa pria dewasa, menanti di pinggir jalan dan depan kediaman. Berharap, kepala keluarga itu segera tiba.

Ezra Capah sarjana Sastra Jepang — adik bungsu dari 5 bersaudara itu menyebut, tidak ada tanda-tanda kepergian Brian. Belakangan ini, Brian mengontrak rumah buat keluarga di Perumahan DL Sitorus di Panji Bako tetapi rutin berkunjung ke rumah ibu.

Ezra menyebut, Taruna memiliki latar belakang ilmu di bidang informasi teknologi.

“Dulu abang, lama kerja di perusahaan Singapura berkantor di Batam. Model kerjanya, work from home (WFH). Dia programmer handal”, kata Ezra.

Eva Capah, keluarga dekat menyebut, Brian adalah pekerja keras. Saat masih lajang, Brian bekerja di bidang IT bersama Hotma Silaen yang menjadi pasangan hidup.

“Begitu tamat dari Microskill Medan tahun 2019, Brian bekerja selama 1 tahun di Medan. Dapat kerjanya, cepat. 2020 akhir, Brian merantau ke Batam. Dia menjadi pimpinan tim. Hotma merupakan personel satu group selama beberapa tahun. Dan, benih cinta tumbuh hingga keduanya membentuk mahligai rumah tangga ”, kata Eva.

Brian dan Hotma menikah Desember 2022. Kini dianugerahi 1 orang anak.

Dalam perjalanan karir, Hotma membidik masa depan menjadi PNS. Doa dikabulkan dan diterima menjadi ASN di Pengadilan Negeri Sidikalang antara tahun 2025-2026 . Itu membuat pasangan keluarga ini pulang kampung.

Pasangan suami istri ini, kata Eva, cukup harmonis. Perjalanan ke Danau Toba tepatnya ke Desa Silalahi sering dilakukan. Itu buat wisata.

“Brian sering berenang. Itu kesukaannya”, kata Eva.

Namun, kemarin menjadi akhir hayat. Brian tak muncul setelah melangkahkan kaki ke bibir pantai dan menggerakkan badan ke jarak lebih jauh.

“Jasad ditemukan, Minggu (5/7/2026) pagi”, kata Eva.