Jakarta, Katasulsel.com — Seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.
Tragedi yang terjadi saat korban menemani ibunya berjualan teh itu kini menjadi perhatian publik, sementara aparat kepolisian menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian dalam pengamanan area proyek.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, korban malam itu menemani ibunya yang berjualan teh di sekitar lokasi proyek. Menjelang tengah malam, balita tersebut masuk ke area proyek yang tertutup dan minim pencahayaan.
Di dalam area itu terdapat lubang pekerjaan pengecoran. Korban diduga terjatuh ke dalam lubang sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Kami merasa sangat berduka dan kehilangan. Malam itu juga saya memerintahkan camat, lurah, dan seluruh jajaran terkait untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada keluarga korban, termasuk mendampingi hingga proses pemakaman,” ujar Pramono.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menanggung kebutuhan keluarga korban sejak malam kejadian sebagai bentuk tanggung jawab dan pendampingan.
Pramono menjelaskan proyek tersebut merupakan pembangunan taman yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui skema corporate social responsibility (CSR). Meski menyebut insiden itu berada di luar dugaan, ia menegaskan pemerintah tidak akan menghalangi langkah hukum apabila keluarga korban menilai terdapat pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.
“Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan. Karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung. Polisi kini mengumpulkan keterangan dan menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk mengevaluasi aspek pengamanan di lokasi proyek serta ada tidaknya unsur kelalaian.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan pada proyek yang berada di ruang publik. Area konstruksi yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat, terlebih pada malam hari, menuntut sistem pengamanan yang mampu mencegah akses terhadap titik-titik berisiko.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab insiden sekaligus menentukan ada atau tidaknya pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut nyawa balita tersebut.(*)
