Jeneponto, Katasulsel.com – Kabupaten Jeneponto mencatat lompatan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di daerah berjuluk Butta Turatea itu turun hampir setengahnya dalam setahun, dari 2,51 persen pada 2024 menjadi 1,08 persen pada 2025.

Penurunan sebesar 1,43 poin persentase tersebut tidak hanya menjadi angka statistik semata. Capaian itu mengantarkan Jeneponto masuk dalam jajaran empat besar kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Sulawesi Selatan.

Dalam daftar yang dirilis BPS, Jeneponto berada di posisi keempat setelah Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 0,94 persen, Bulukumba 0,98 persen, dan Soppeng 1,07 persen.

Yang lebih menarik, laju penurunan kemiskinan ekstrem Jeneponto menjadi salah satu yang tercepat di Sulawesi Selatan. Kabupaten ini tercatat menempati peringkat ketiga dalam penurunan kemiskinan ekstrem tertinggi sepanjang 2025, hanya berada di bawah Kepulauan Selayar yang turun 1,95 poin persentase dan Tana Toraja sebesar 1,45 poin persentase.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai program intervensi pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat masyarakat. Mulai dari bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan sektor usaha mikro dinilai berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Bupati Jeneponto menyambut capaian itu dengan penuh syukur. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam program pengentasan kemiskinan.

“Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik bagi Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan ekstrem kita berhasil turun dari 2,51 persen pada tahun 2024 menjadi 1,08 persen pada tahun 2025. Dengan capaian ini, Jeneponto menjadi daerah dengan angka kemiskinan ekstrem terendah keempat di Sulawesi Selatan dan penurunan tertinggi ketiga di provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan tersebut menunjukkan semakin banyak warga yang mulai bangkit secara ekonomi dan keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan pekerjaan belum selesai. Target berikutnya adalah memastikan masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan ekstrem tidak kembali terjerumus akibat tekanan ekonomi maupun faktor lainnya.

Untuk itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi banyak daerah, capaian Jeneponto menjadi catatan positif tersendiri. Dari daerah yang selama bertahun-tahun identik dengan persoalan kemiskinan dan keterbatasan sumber daya, kini Jeneponto mulai menunjukkan wajah baru sebagai salah satu kabupaten dengan kemajuan tercepat dalam menekan kemiskinan ekstrem di Sulawesi Selatan.

Pemerintah daerah berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat Jeneponto yang mandiri, produktif, dan sejahtera dapat tercapai secara berkelanjutan. (*)