Oleh: Edy Basri

SAYA sering berada di ruangan yang sama dengan banyak orang penting.

Bupati.

Kapolres.

Kajari.

Ketua DPRD.

Pengusaha.

Rektor.

Direktur perusahaan

Tokoh masyarakat.

Sebagai wartawan, lalu menjadi pemimpin media, saya terbiasa mewawancarai mereka.

Bahkan mungkin sudah ribuan pertanyaan saya lontarkan selama bertahun-tahun.

Tapi belakangan saya menyadari satu hal.

Kita terlalu sering mengenal jabatan seseorang.

Tapi jarang mengenal manusianya.

Kita tahu dia bupati.

Tapi tidak tahu bagaimana masa kecilnya.

Kita tahu dia kapolres.

Tapi tidak tahu berapa kali dia gagal sebelum sampai di titik itu.

Kita tahu dia pengusaha sukses.

Tapi tidak tahu berapa malam ia pernah tidur dengan pikiran kacau karena usahanya hampir bangkrut.

Padahal justru di situlah cerita yang paling menarik.

Cerita tentang manusia.

Bukan tentang jabatan.

Itulah yang melahirkan ide Podcast Pak Ketua.

Banyak teman saya bertanya.

Kenapa namanya Pak Ketua?

Kenapa bukan nama yang lebih modern?

Lebih kekinian?

Lebih podcast banget?

Saya justru sengaja memilih nama itu.

Karena “Pak Ketua” sangat dekat dengan kehidupan kita.

Di kampung-kampung, kita mengenal ada Ketua RT.

Ketua kelompok tani.

Ketua pembangunan masjid.

Ketua organisasi.

Ketua komunitas.

Dan, masih banyak lagi ketua.

Bahkan di warung kopi, kadang ada satu orang yang tidak punya jabatan apa-apa, tetapi semua orang menghormatinya dan memanggilnya “Pak Ketua”.

Jadi bagi saya, Pak Ketua bukan jabatan.

Pak Ketua adalah simbol.

Simbol seseorang yang dipercaya.

Simbol seseorang yang punya pengaruh.

Simbol seseorang yang memiliki cerita.

Saya juga tidak ingin membuat podcast yang isinya hanya tanya jawab formal.

Saya sudah terlalu sering melihat itu.

Pertanyaannya serius.

Jawabannya normatif.

Lalu selesai.

Besok orang lupa.

Saya ingin sesuatu yang berbeda.

Saya ingin tamu saya bercerita.

Bukan menjawab.

Ada perbedaan besar antara keduanya.

Menjawab itu formal.

Bercerita itu jujur.

Saat seseorang mulai bercerita, biasanya topengnya mulai lepas.

Ia tidak lagi berbicara sebagai pejabat.

Ia berbicara sebagai manusia.

Dan saat itulah percakapan menjadi menarik.

Karena itu, kalau suatu saat Syaharuddin Alrif menjadi tamu pertama, saya tidak akan langsung bertanya soal program pemerintahannya.

Begitu juga bila AKBP Indra Waspada Yuda duduk di kursi narasumber, saya tidak akan buru-buru membahas kriminalitas atau jabatannya selaku kapolres.

Banyak orang sudah melakukan itu.

Jadi, saya tidak memilih di wilayah itu.

Saya lebih tertarik bertanya:

“Waktu kecil cita-citanya apa?”

“Pernah tidak merasa gagal?”

“Siapa orang yang paling berjasa dalam hidup Bapak?”

“Apa keputusan yang paling membuat Bapak tidak bisa tidur?”

Atau pertanyaan favorit saya:

“Ada cerita yang belum pernah Bapak sampaikan kepada publik?”

Nah.

Biasanya justru di situlah cerita terbaik muncul.

Saya percaya satu hal.

Setiap orang memiliki cerita.

Setiap orang.

Termasuk orang yang mungkin tidak pernah masuk televisi.

Tidak pernah viral.

Tidak pernah punya jabatan.

Karena itu saya tidak membatasi narasumber harus pejabat.

Ketua kelompok tani bisa.

Guru bisa.

Nelayan bisa.

Pengusaha kecil bisa.

Siapa pun bisa.

Asalkan punya cerita yang bisa memberi pelajaran kepada orang lain.

Zaman sekarang, banyak orang mengejar viral.

Saya tidak anti viral.

Siapa juga yang tidak senang kalau kontennya ditonton banyak orang?

Tapi saya lebih suka jika orang selesai menonton lalu membawa sesuatu pulang.

Bukan sensasi.

Melainkan inspirasi.

Bukan kegaduhan.

Melainkan pelajaran hidup.

Karena saya percaya, cerita yang baik selalu memiliki umur yang panjang.

Jauh lebih panjang daripada sekadar viral sehari dua hari.

Maka lahirlah Podcast Pak Ketua.

Tagline-nya sederhana.

“Di Balik Sosok, Pasti Ada Cerita.”

Karena memang itulah yang ingin saya cari.

Bukan jabatannya.

Bukan pangkatnya.

Bukan kekuasaannya.

Tetapi cerita yang membentuk dirinya menjadi seperti hari ini.

Sebab semua orang mengenal namanya.

Namun tidak semua orang mengenal ceritanya.

Dan mungkin, di situlah perjalanan Podcast Pak Ketua dimulai.

It’s oke. Sabar ya.

Tunggu saya di podcast “Pak Ketua”.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Viral Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Viral hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Viral terbaru di sini