Jeneponto, Katasulsel.com – Di Pasar Hewan Tolo, kuda menjadi pemandangan yang sulit dilewatkan. Hewan-hewan itu berdiri di antara aktivitas pedagang dan pembeli yang datang untuk melihat, menawar, lalu menentukan pilihan.
Jeneponto memang memiliki hubungan panjang dengan kuda.
Data Sensus Pertanian 2023 yang dirangkum Badan Pusat Statistik mencatat terdapat 19.630 ekor kuda di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 49,16 persen berada di Kabupaten Jeneponto. Angka itu menempatkan Jeneponto sebagai daerah dengan populasi kuda terbesar di Sulawesi Selatan.
Kuda di Jeneponto tidak hanya dipelihara untuk dikembangbiakkan. Ternak ini juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat melalui perdagangan dan pemeliharaan.
Data pemerintah mencatat sebagian besar usaha ternak kuda di Sulawesi Selatan berorientasi pada penjualan. Di Jeneponto, aktivitas tersebut salah satunya berlangsung di Pasar Hewan Tolo.
Pasar Tolo dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan kuda di Jeneponto. Kuda dari berbagai daerah dapat masuk ke dalam rantai perdagangan tersebut sebelum berpindah tangan kepada pembeli.
Perdagangan itu bahkan terhubung dengan wilayah di luar Sulawesi Selatan.
Data BPS mencatat, pada Mei 2023, sekitar 98 persen kuda yang masuk ke Jeneponto melalui jalur laut berasal dari Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Kuda-kuda tersebut kemudian masuk dalam aktivitas perdagangan di Jeneponto.
Rantai itu membuat kuda bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Ada yang datang melalui jalur laut, kemudian diperjualbelikan di pasar dan dipelihara kembali oleh pemiliknya.
Namun, hubungan masyarakat Jeneponto dengan kuda tidak berhenti pada aktivitas perdagangan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan mencatat konsumsi daging kuda sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan populasi kuda di Jeneponto. Kuda juga digunakan dalam sejumlah kegiatan adat masyarakat.
Karena itu, keberadaan kuda bersentuhan dengan beberapa ruang kehidupan sekaligus. Ada kandang, pasar, rumah makan, hingga kegiatan masyarakat yang melibatkan ternak tersebut.
Kondisi itu juga menjadi perhatian pemerintah. Pada 2023, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penggunaan teknologi inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi kuda. Upaya tersebut dikaitkan dengan tingginya aktivitas pemotongan dan perdagangan kuda di Jeneponto.
Bagi peternak, menjaga kuda tetap sehat menjadi bagian penting sebelum ternak dibawa ke pasar. Kondisi fisik, usia, dan ukuran dapat memengaruhi nilai jual.
Di Pasar Hewan Tolo, proses itu berlangsung dalam aktivitas yang sederhana. Pedagang memeriksa ternak. Pembeli mengamati kondisi kuda. Tawar-menawar berlangsung sebelum keputusan dibuat.
Kuda yang telah berpindah tangan kemudian meninggalkan pasar. Sebagian lainnya tetap berada di sana, menunggu giliran.
Tali berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Kuda dibawa keluar dari area pasar. Yang lain kembali menunggu di tempat semula.
Di Tolo, aktivitas perdagangan kuda akan kembali berlangsung ketika pasar dibuka lagi.(*)
