Oleh: Edy Basri

KALAU tanaman padi bisa menulis surat, mungkin surat itu sudah sampai di meja Kapolres Sidrap, AKBP Indra Waspada Yuda.

Isinya sederhana:

“Terima kasih. Kami hampir mati.”

Kemarau tahun ini tidak datang dengan gaduh.

Ia datang diam-diam.

Lalu bertahan lama.

Terlalu lama.

Matahari bekerja tanpa libur.

Hari demi hari.

Minggu demi minggu.

Saluran irigasi mulai kehilangan tenaga.

Memaksa Bupati Sidrap turun tangan.

Setiap hari Syaharuddin Alrif meninjau, mengatur air, dan sebagainya.

Air yang biasanya mengalir deras berubah menjadi genangan tipis.

Sawah-sawah di beberapa wilayah Sidrap mulai menunjukkan gejala yang tidak disukai petani.

Daun menguning.

Batang melemah.

Tanah mengeras.

Bagi orang kota, itu mungkin pemandangan biasa.

Bagi petani, itu alarm bahaya.

Karena mereka tahu apa arti padi yang mulai mengering sebelum waktunya.

Kerugian.

Bahkan puso.

Di Desa Aka-Akae dan beberapa wilayah lainnya, kecemasan itu nyata.

Petani datang ke sawah lebih sering.

Bukan untuk bekerja.

Tetapi untuk memastikan tanaman mereka masih bertahan.

H. Mustamin salah satunya.

Setiap hari ia melihat sawahnya.

Setiap hari pula ia berharap ada hujan.

Hujan tak kunjung datang.

Yang datang justru kendaraan polisi.

Water cannon.

Biasanya kendaraan itu hadir saat situasi genting.

Saat demonstrasi memanas.

Saat massa sulit dikendalikan.

Tetapi kali ini yang perlu diselamatkan bukan situasi keamanan.

Melainkan tanaman padi.

Atas instruksi Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, kendaraan taktis itu digeser dari fungsi biasanya.

Masuk ke area persawahan.

Membawa ribuan liter air.

Lalu menyemburkannya ke tanaman yang sedang kehausan.

Pemandangan itu terasa janggal.

Tetapi justru karena janggal, ia menjadi istimewa.

Tidak setiap hari warga melihat mobil anti huru-hara bertugas menyelamatkan padi.

Saya membayangkan suasana saat itu.

Petani berdiri di pematang.

Melihat semburan air membasahi sawah mereka.

Mungkin ada yang tersenyum.

Mungkin ada yang menghela napas lega.

Mungkin ada yang diam.

Karena tidak tahu harus berkata apa.

Selain bersyukur.

Air memang hanya air.

Tetapi bagi petani yang sawahnya hampir kering, air adalah segalanya.

Hari-hari kemudian menjadi saksi.

Perubahan mulai terlihat.

Daun yang sebelumnya kusam kembali menghijau.

Tanaman yang nyaris menyerah kembali tumbuh.

Bulir padi mulai terisi.

Sawah yang sebelumnya mengkhawatirkan kini mulai menjanjikan.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bagus kembali. Padi kami selamat dan siap panen,” kata H. Mustamin.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Tetapi bagi petani, tidak ada kabar yang lebih membahagiakan daripada mendengar kata “siap panen”.

Di Sidrap, panen bukan sekadar urusan pertanian.

Panen adalah biaya sekolah.

Panen adalah belanja dapur.

Panen adalah cicilan pupuk.

Panen adalah kehidupan.

Karena itu, ketika satu hamparan sawah terselamatkan, yang diselamatkan sebenarnya bukan hanya tanaman.

Tetapi juga harapan keluarga-keluarga petani.

Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda mungkin tidak akan menghitung berapa rumpun padi yang terselamatkan oleh program bantuan air tersebut.

Petani juga mungkin tidak menghitung berapa liter air yang keluar dari water cannon.

Tetapi mereka akan mengingat satu hal.

Bahwa ketika sawah mulai mengering dan kemarau terasa terlalu panjang, ada tangan yang datang membantu.

Bukan dengan janji.

Bukan dengan pidato.

Tetapi dengan air.

Beberapa minggu lagi, gabah-gabah itu akan dipanen.

Mesin perontok akan bekerja.

Karung-karung gabah akan terisi.

Dan kehidupan akan kembali berjalan seperti biasa.

Namun di antara suara panen itu, ada satu cerita yang akan tetap dikenang para petani.

Cerita tentang sebuah water cannon yang meninggalkan jalan raya.

Masuk ke sawah.

Melawan kemarau.

Dan menyelamatkan panen.

Sebuah surat terima kasih mungkin tidak pernah benar-benar ditulis.

Tetapi hamparan padi yang kembali menguning menjelang panen itu sudah cukup menjadi jawabannya.

Itulah surat terima kasih yang ditulis oleh padi. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini