Jakarta, Katasulsel.com – Di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin ketat, Jakarta kembali bersiap menjadi panggung lahirnya ide-ide bisnis dan kewirausahaan berkelas internasional.

Sebelum konferensi utama digelar, Binus Business School (BBS) lebih dulu memanaskan atmosfer akademik melalui Pre-Conference Workshop ICOSBE 2026 yang akan berlangsung pada 14 Juli mendatang di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat.

Kegiatan ini bukan sekadar seminar atau diskusi kampus biasa.

Forum tersebut dirancang sebagai “ruang mesin” bagi para akademisi, dosen, peneliti, hingga mahasiswa pascasarjana yang ingin meningkatkan kualitas riset sekaligus memperbesar peluang publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Di tengah tren global yang menuntut hasil riset memiliki dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat, workshop ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian kalangan akademik di Jakarta.

Research Coordinator Binus Business School, Sambudi Hamali, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian The 3rd International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026.

Menurutnya, kualitas sebuah konferensi internasional tidak hanya ditentukan saat presentasi berlangsung, tetapi juga oleh proses pendampingan dan penguatan riset sebelum konferensi digelar.

“ICOSBE bukan hanya tempat mempresentasikan hasil penelitian. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang inkubasi gagasan yang mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Kampus Anggrek Jadi Titik Kumpul Peneliti

Pemilihan Kampus Anggrek BINUS di Jakarta Barat juga dinilai strategis.

Lokasinya yang berada di jantung ibu kota membuat akses peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan kalangan profesional menjadi lebih mudah.

Workshop ini akan menghadirkan Ismail Suardi Wekke, Ph.D., seorang praktisi dan pengelola publikasi internasional yang dikenal aktif dalam pengembangan ekosistem riset global.

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan wawasan langsung mengenai tantangan sekaligus peluang publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Bagi banyak akademisi, mendapatkan artikel yang diterima jurnal bereputasi sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, sesi ini diproyeksikan menjadi salah satu bagian paling diminati peserta.

Jakarta dan Ambisi Menjadi Kota Pengetahuan

Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, kegiatan seperti ICOSBE dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pengetahuan dan inovasi.

Tak hanya menghadirkan diskusi akademik, konferensi ini juga menjadi jembatan antara dunia pendidikan, bisnis, dan kewirausahaan berkelanjutan.

BBS menargetkan workshop pra-konferensi ini mampu meningkatkan kualitas artikel ilmiah yang nantinya dipresentasikan pada ICOSBE 2026.

Dengan demikian, karya para akademisi Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan dikutip di tingkat internasional.

“Lokakarya pra-konferensi ini sudah menjadi tradisi akademik ICOSBE dalam menjaga kualitas luaran riset setiap tahunnya,” kata Sambudi.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan ICOSBE 2026, Jakarta kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai salah satu pusat pertumbuhan gagasan, riset, dan inovasi di Indonesia. (din)