Kolaka Utara, Katasulsel.com – Misteri kaburnya belasan tahanan dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara perlahan mulai terkuak. Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, kepolisian memastikan para tahanan diduga tidak menggunakan gergaji besi untuk meloloskan diri.
Kapolres Kolaka Utara AKBP Ritman Todoan Agung Gultom mengungkapkan, hasil olah tempat kejadian perkara mengarah pada dugaan bahwa para tahanan memanfaatkan celah di area jemuran tahanan, menyusun tangga manusia untuk mencapai ventilasi, lalu menggunakan selang air dan kain sarung sebagai alat bantu melarikan diri.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WITA saat situasi di sekitar ruang tahanan relatif sepi.
Para tahanan diduga lebih dulu menuju bilik jemuran yang masih berada di dalam kompleks rumah tahanan. Dari lokasi tersebut, mereka menjangkau ventilasi di bagian atas, kemudian merusaknya hingga terbentuk celah yang cukup untuk dilewati satu per satu.
Setelah berhasil keluar dari lantai dua, mereka menyambung beberapa kain sarung menjadi tali darurat untuk turun ke luar bangunan sebelum berpencar meninggalkan kawasan Mapolres.
“Hasil pemeriksaan kami tidak menemukan adanya penggunaan gergaji besi. Dugaan sementara, mereka memanfaatkan kekuatan fisik, tangga manusia, selang air, dan sarung untuk melarikan diri,” ujar AKBP Ritman Todoan Agung Gultom.
Polres Kolaka Utara kini masih memburu para tahanan yang melarikan diri. Dua orang telah berhasil diamankan kembali, sedangkan sisanya masih dalam pengejaran oleh tim gabungan.
Kapolres juga mengajak masyarakat Kolaka Utara untuk ikut membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para tahanan yang masih buron.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah yang diduga menjadi jalur pelarian, termasuk kawasan permukiman, hutan, dan perbukitan.
