Sidikalang, Katasulsel.com – Ceceran keringat Kuatson Siboro (55)dan istri, Lamria boru Ujung (53) penduduk Jalan Ahmad Yani Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara seakan terusap kala putri tercinta, Sabrina Sabatini resmi menyandang gelar apoteker.
Gelar apoteker diterima dalam rangkaian wisuda dipimpin Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof DR Muryanto di Auditorum USU Medan, belum lama ini.
“Saya senang. Anak kami tamat dengan nilai memuaskan. Meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) cumlaude 4,0. Sempurna. Skor A semua”, kata Lamria di Sidikalang, Sabtu (23/5).
Pun begitu, Lamria menyebut, perjuangan khususnya mengumpulkan biaya pendidikan, tidaklah mudah. Apalagi, 4 adiknya juga sedang dalam pendidikan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
“Bapaknya berangkat pukul 7 pagi ke ladang. Pulangnya pukul delapan malam. Jadi, makan siang di gubuk ladang. Itu dilakoni hampir setiap hari. Embun berganti hujan dan terik dilalui silih berganti. Terkena sengatan serangga dan ulat berbiasa bukan lagi kejutan. Hampir semua tanggal kalender, hitam. Harus kerja keras demi duit”, kata Lamria.
Diterangkan, mereka membudidayakan kopi, cabe dan komoditas lainnya di lahan yang tak seberapa luas di bilangan Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo.
Pengeluaran paling tinggi, dirasakan saat menjalani praktek apoteker. Uang kuliah selama 2 semester Rp32 juta atau Rp16 juta per semester mesti lunas. Selanjutnya, magang dilakukan di beberapa kota dan antar propinsi. Sebentar ditempatkan di Medan, lalu pindah Jakarta dan kota lainnya. Perlu tiket pesawat, uang kost, transportasi dan lainnya.
“Paling berat itu waktu praktek. Selama 1 tahun, tak kemana Rp100 juta lebih. Asal masuk talipon *telepon-red), urusan uanglah itu”, kata Lamria.
Namun, seolah berlangsung mulus. Realitasnya, anak punya rejeki masing-masing. Tuhan membuka pintu. Harga hasil tani lumayan menggiurkan. Sehingga bisa mengirim Rp5 juta dan seterusnya.
Diterangkan, putri kedua berparas cantik berambut lurus itu memang tidak banyak waktu luang. Selagi ada kesempatan, belajar dan belajar terus. Makanya kuliah jurusan farmasi bisa dituntaskan tempo 4 tahun.
Sabrina menuturkan, ia diterima di USU jalur tes tahun 2020 usai meninggalkan kursi SMAN 1 Sidikalang.
“Saya ingin kerja di industri farmasi di Jawa”, kata alumni SMPN 3 Sidikalang itu.
