Sidikalang, Katasulsel.com – Harga jual tomat melambung tinggi di tingkat petani di Kabupaten Dairi Sumatera Utara.
Mantan Wakil Ketua DPRD yang juga penggiat agribisnis, Benpa nababan mengatakan, harga jual tomat mencapai angka Rp20.000. Ia memiliki lahan di Huta Tikka Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo.
“Di tingkat petani Rp20.000 per kilogram. Ini pasar tertinggi sepanjang sejarah agronomis di daerah ini. Pembelinya toke asal Aceh dan Pekan Baru”, kata Benpa didampingi agronomis Rico Pandiangan dan Merki Pandiangan, Sabtu (23/5)
Kendati sangat prospek. Benpa menyebut, tidak banyak petani lokal menikmati keuntungan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Lonjakan harga disebabkan gagalnya petanian. Menurutnya, cuaca ektrem selama 6 bulan terakhir membuat budidaya tanaman banyak rusak.
“Hujan setiap hari selama 6 bulan. Terkadang disertai es. Sebentar berganti hujan diikuti terik. Tanaman jadi rusak. Cuaca ekstrem melanda banyak wilayah di Indonesia”, kata Benpa.
Dampaknya, khususnya tomat, hampir semua dihantam busuk daun. Bila hujan, wajib semprot setiap hari. Nah, kalau setelah semprot lalu hujan lagi, pestisida bisa sia-sia. Padahal, harga pupuk, pestisida dan plastik naik terus.
“Baru 2 hari ini agak terik. Kalau tidak, mau sampai 5 jam hujan tiada henti”, kata Benpa.
Kepala Desa Parbuluan 1 Kecamatan Parbuluan, Parihotan Sinaga membenarkan kenaikan signifikan.
“Kenaikan tomat sudah berlangsung sejak 2 bulan lalu. Tertinggi dirasakan minggu ini. Di kampung kami dibanderol Rp18 ribu di level petani”, kata Parihotan.
Beberapa komoditas juga naik. Sayur buncis Rp8000 per kilogram. Namun, cabe merah masih di satuan Rp18 ribu. Kabar lain menyebut, terong ungu sudah di angka Rp8.000 di kalangan petani.
Sidikalang, 23/5/2026
Sarifuddin siregar
