Sidrap, katasulsel.com — Capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) nyaris menyentuh angka sempurna.
Dari total 338.220 penduduk, sebanyak 333.472 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN, atau setara dengan 98,596 persen yang dibulatkan menjadi 98,60 persen. Angka ini hampir menembus 99 persen.
Artinya, hanya sekitar 4.748 jiwa yang belum tercakup dalam sistem jaminan kesehatan nasional di wilayah tersebut.
Pencapaian ini, tidak terlepas dari janji-janji politik Syaharuddin Alrif (SAR) saat kampanye Pilkada Sidrap di sektor kesehatan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Data itu mengemuka dalam Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tahap I Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidrap di ruang kerja Sekretaris Daerah, Jumat (22/5/2026).
Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, yang memimpin rapat tersebut menegaskan bahwa capaian tinggi ini tidak boleh membuat semua pihak lengah.
Menurutnya, angka cakupan yang sudah mendekati 99 persen harus diikuti dengan penguatan layanan di lapangan.
“Yang kita kejar bukan hanya angka, tapi kualitas layanan. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Andi Rahmat.
Dalam forum tersebut, Sekda juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga fasilitas rujukan lanjutan (FKRTL). Ia meminta agar tidak terjadi hambatan administratif yang mengganggu pelayanan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Muhammad Ali, memaparkan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat Sidrap dalam program JKN sudah sangat tinggi.
Rapat evaluasi ini juga dihadiri jajaran Bappelitbangda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BKAD, serta direktur rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan di Sidrap.
Melalui forum ini, Pemkab Sidrap berharap sistem layanan kesehatan semakin solid, tidak hanya dari sisi kepesertaan, tetapi juga dari kecepatan layanan, kemudahan akses, dan kepastian penanganan di seluruh fasilitas kesehatan.
Dengan capaian 98,60 persen, Sidrap kini berada di posisi hampir universal coverage, menyisakan tantangan kecil namun penting: memastikan seluruh warga benar-benar masuk dan aktif dalam sistem perlindungan kesehatan nasional. (*)
