Pinrang, Katasulsel.com – Senin sore seharusnya menjadi momen persiapan pulang bagi Nur Hafizah alias Dilla (17) dan sepupunya, Nur Aeni alias Aini (8). Keduanya diketahui tengah menikmati liburan sekolah di kampung keluarga mereka di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.
Rencana kepulangan ke Makassar bahkan tinggal menghitung jam.
Namun takdir berkata lain.
Menjelang petang, dua bocah yang datang untuk berlibur itu justru menjadi korban tragedi tenggelam di Sungai Induk Irigasi Pekkabata, Desa Massewae.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/7/2026) tersebut sontak mengubah suasana kampung yang semula ramai oleh aktivitas keluarga menjadi lautan duka.
Warga setempat mengaku tak menyangka sore itu akan berakhir dengan operasi pencarian yang melibatkan masyarakat, aparat keamanan, hingga tim penyelamat.
Yang membuat kisah ini begitu menyayat hati adalah hubungan keduanya. Mereka bukan sekadar teman bermain saat liburan, melainkan sepupu yang tumbuh dalam kedekatan keluarga.
Ketika salah satu berada dalam bahaya, yang lain berusaha memberikan pertolongan. Namun arus irigasi yang deras tidak memberi banyak kesempatan.
Dalam hitungan menit, suasana berubah menjadi kepanikan.
Jeritan minta tolong terdengar dari sekitar lokasi dan memancing warga berhamburan menuju saluran irigasi. Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin, tetapi tragedi itu sudah terlanjur terjadi.
Satu korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara korban lainnya harus dicari hingga malam hari melalui penyisiran panjang sepanjang aliran irigasi.
Penemuan korban kedua menjadi akhir dari pencarian sekaligus awal dari kesedihan panjang yang kini menyelimuti dua keluarga.
Di Makassar, keluarga yang semula menanti kepulangan anak-anak mereka harus menerima kabar yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Di Pinrang, warga yang ikut menyaksikan proses pencarian juga mengaku terpukul. Banyak yang masih sulit melupakan suasana malam ketika tim gabungan dan warga berjibaku menyusuri aliran air demi menemukan korban terakhir.
Tragedi ini bukan hanya tentang dua korban tenggelam.
Ini adalah kisah tentang liburan yang berakhir duka, tentang keluarga yang kehilangan dua anak sekaligus, dan tentang sebuah perjalanan pulang yang tak pernah sampai ke tujuan.
Bagi keluarga korban, Senin 6 Juli 2026 akan selalu dikenang bukan sebagai hari terakhir liburan sekolah, melainkan hari ketika dua sepupu yang datang membawa tawa harus pulang dengan cara yang berbeda.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
