Wajo, katasulsel.com β€” Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digencarkan pemerintah pusat kini berhadapan dengan realitas di daerah. Di Kabupaten Wajo, konon pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala desa yang mewajibkan peserta membayar kontribusi Rp3 juta per orang memicu pertanyaan dan kritik dari sejumlah kalangan.

Sorotan muncul setelah beredar surat undangan Nomor 21/CV-KGB/BIMTEK/VII/2026 tertanggal 6 Juli 2026.

Dalam surat tersebut, seluruh kepala desa di Kabupaten Wajo diundang mengikuti Bimtek bertema Implementasi PP Nomor 16 Tahun 2026 dan Digitalisasi Tata Naskah Dinas Aparatur Pemerintah Desa yang berlangsung pada 10–13 Juli 2026 di Makassar.

Yang menjadi perhatian bukan hanya lokasi pelaksanaannya di hotel yang jaraknya sekira 192 Km, melainkan juga biaya yang kontribusi sebesar Rp3 juta yang dibebankan kepada masing-masing peserta.

Jika seluruh desa di Wajo mengikuti kegiatan tersebut, jumlah dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp426 juta, mengacu pada sekitar 142 desa yang ada di daerah itu.

Angka itulah yang kini menjadi bahan perdebatan.

Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Wajo, Andi Abrar Mattalioe, mempertanyakan relevansi pembebanan biaya kepada pemerintah desa di tengah kebijakan penghematan anggaran yang sedang diterapkan secara nasional.

Menurutnya, jika kegiatan tersebut memang dianggap penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, pembiayaannya semestinya memiliki dasar yang jelas dan tidak membebani anggaran desa yang sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai semangat efisiensi hanya menjadi slogan. Di satu sisi pemerintah meminta penghematan, tetapi di sisi lain desa justru dibebani berbagai kegiatan yang menguras anggaran,” ujarnya.

Selain mempertanyakan urgensi kegiatan, LIRA juga menyoroti aspek transparansi penggunaan dana yang terkumpul.

Dengan nilai ratusan juta rupiah, publik dinilai berhak mengetahui rincian penggunaannya, mulai dari biaya hotel, konsumsi, narasumber, hingga komponen pembiayaan lainnya.

“Transparansi itu penting. Semakin besar anggaran yang digunakan, semakin besar pula kewajiban untuk membuka informasi kepada publik,” tegas Andi Abrar.

Sorotan serupa datang dari Ketua LIPAN Kabupaten Wajo, Ambo Asse.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD yang menjadi dasar penghematan anggaran di berbagai sektor.

Menurutnya, kegiatan Bimtek yang menggunakan dana desa seharusnya benar-benar berkaitan langsung dengan kebutuhan prioritas pemerintahan desa, seperti pengelolaan keuangan desa, Siskeudes, penguatan BUMDes, maupun tata kelola pemerintahan.

Sementara kegiatan yang bersifat umum atau administratif perlu dikaji kembali urgensinya.

Ambo Asse juga menilai pelaksanaan kegiatan semestinya dapat dilakukan di fasilitas milik pemerintah untuk menekan biaya.

“Kalau bisa dilaksanakan di kantor pemerintah atau balai pertemuan, kenapa harus di hotel? Efisiensi harus dimulai dari hal-hal seperti itu,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penggunaan anggaran desa untuk kegiatan Bimtek harus melalui mekanisme yang jelas, termasuk pembahasan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan tercantum dalam APBDes agar diketahui masyarakat.

Menurutnya, pemerintah desa juga memiliki hak untuk menolak kegiatan yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan prioritas desa.

“Pemerintah desa jangan merasa semua kegiatan seperti ini wajib diikuti. Harus dilihat dulu manfaat dan urgensinya,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wajo terkait dasar pelaksanaan kegiatan, mekanisme pembiayaan, maupun rincian penggunaan dana kontribusi peserta.

Di tengah tuntutan efisiensi yang terus digaungkan pemerintah, polemik Bimtek kepala desa di Wajo ini pun memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah kegiatan tersebut benar-benar kebutuhan mendesak bagi desa, atau justru menjadi beban baru bagi anggaran yang seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat?

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Wajo terbaru di sini