Jakarta, katasulsel.com — Ada yang berubah dari dunia perbusan Indonesia.
Dulu anak-anak mengejar bus karena suara “telolet”.
Sekarang warganet heboh karena suara Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Saya akan lawan!”
Kalimat itu mendadak ramai di media sosial setelah muncul video sejumlah bus yang disebut-sebut menggunakan klakson dengan potongan suara khas Jokowi.
Video itu cepat menyebar.
Ditonton ribuan kali.
Dibagikan ke berbagai grup WhatsApp.
Masuk ke beranda Facebook.
Hingga menjadi bahan perbincangan para pecinta bus atau Busmania.
Banyak yang percaya.
Banyak pula yang tertawa.
Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai kreativitas baru setelah era telolet.
Namun ternyata ceritanya tidak sesederhana itu.
Salah satu perusahaan yang armadanya muncul dalam video tersebut, PO MTrans, langsung angkat bicara.
Mereka membantah keras bahwa bus mereka menggunakan klakson berisi potongan suara pidato Jokowi.
Menurut Humas HRD MTrans, Jhony Sasongko, pihak perusahaan sudah melakukan pengecekan langsung terhadap armada yang terlihat dalam video viral tersebut.
Hasilnya?
Tidak ditemukan klakson dengan suara “Saya akan lawan!”.
Tidak ada modifikasi seperti yang ramai dibicarakan publik.
Bahkan manajemen mengaku memeriksa armada lainnya untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar operasional perusahaan.
Kesimpulan mereka cukup tegas.
Video tersebut diduga hasil rekayasa audio atau proses editing.
Artinya, suara yang terdengar di video kemungkinan bukan berasal dari klakson bus yang sebenarnya.
Di era kecerdasan buatan dan aplikasi editing yang semakin canggih, hal seperti itu memang bukan sesuatu yang sulit dilakukan.
Suara bisa ditempel.
Audio bisa diganti.
Bahkan ekspresi seseorang pun kini bisa dimanipulasi hanya dengan beberapa sentuhan aplikasi.
Yang menarik, kasus ini memperlihatkan betapa cepat sebuah konten bisa dipercaya publik sebelum diverifikasi.
Hanya karena terdengar lucu.
Hanya karena terdengar unik.
Padahal belum tentu benar.
Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan satu hal.
Nama Jokowi masih memiliki daya tarik luar biasa di ruang digital.
Bahkan ketika tidak sedang berpidato.
Bahkan ketika hanya muncul dalam bentuk potongan kalimat tiga kata.
“Saya akan lawan!”
Kalimat itu tetap mampu membuat media sosial gaduh.
Sementara itu, pihak perusahaan mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati menerima informasi yang beredar di internet.
Sebab tidak semua yang viral adalah fakta.
Dan tidak semua yang terdengar nyata benar-benar terjadi.
Bagi para Busmania, kejadian ini mungkin hanya hiburan sesaat.
Namun bagi operator bus, isu seperti ini menyangkut reputasi dan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi.
Karena pada akhirnya, yang lebih penting dari suara klakson adalah keselamatan perjalanan.
Dan yang lebih penting dari sebuah video viral adalah kebenaran di baliknya.
Maka untuk sementara, jika Anda mendengar kabar ada bus yang membunyikan suara Jokowi di jalan raya, jangan buru-buru percaya.
Bisa jadi yang melawan bukan Jokowi.
Melainkan teknologi editing yang sedang mempermainkan telinga kita.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Viral Hari Ini .
