Kendari, Katasulsel.com — Tidak ada percakapan terakhir. Tidak ada perpisahan panjang.

Hanya selembar kertas di atas tempat tidur.

Namun beberapa kalimat pendek yang tertulis di atasnya justru menjadi bagian paling mengharukan dari penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah rumah kos kawasan THR, Jalan Mekar Baru, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/7/2026) sore.

Korban diketahui berinisial P (30), warga asal Kabupaten Konawe.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan selembar kertas yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.

Tulisan tersebut tidak panjang.

Tidak ada kalimat berbelit-belit.

Hanya permintaan maaf dan pesan kepada orang-orang yang dicintainya.

“Untuk mamaku sayang, saya minta maaf, jagakan anakku. Saya juga minta maaf untuk semua orang,” demikian isi catatan yang ditemukan petugas.

Sepotong pesan itu kemudian menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan di lokasi.

Sebab, di tengah suasana rumah kos yang sunyi, tulisan tersebut seolah menjadi jejak terakhir yang ditinggalkan korban untuk keluarganya.

Ada seorang ibu yang disebut dalam pesan itu.

Ada pula seorang anak yang dititipkan.

Dan ada permintaan maaf kepada semua orang.

Polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terkait penemuan korban. Catatan tersebut menjadi salah satu barang yang ditemukan saat petugas melakukan olah TKP.

Belum diketahui secara pasti kondisi maupun peristiwa yang melatarbelakangi kematian korban. Karena itu, isi pesan tersebut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai penjelasan mengenai penyebab kematian.

Yang tersisa untuk keluarga saat ini adalah sebuah pesan pendek yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan akan menjadi pesan terakhir.

Kadang, kalimat paling pendek justru meninggalkan pertanyaan paling panjang.

Dan di atas tempat tidur itulah, sebuah permintaan sederhana kepada seorang ibu dan seorang anak ditemukan bersama akhir hidup seorang pria berusia 30 tahun.