Sidrap, Katasulsel.com β€” Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali melepas mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional di Taiwan.

Kali ini, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Nur Aulia Arif, akan menjalani program magang selama satu tahun.

Prosesi pelepasan berlangsung di lantai IV Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (19/9/2026).

Nur Aulia dilepas Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D, S.Pd., S.I.P., M.Si., yang mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. Nur Aulia hadir bersama orang tuanya dalam momen tersebut.

Dr. Herman menyampaikan apresiasi kepada Nur Aulia yang telah mendapatkan kesempatan mengikuti program magang internasional.

Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan wawasan.

“Selama satu tahun di Taiwan, semoga Nur Aulia bisa memperoleh banyak ilmu, pengalaman, dan keberkahan. Yang paling penting, tetap menjaga kesehatan dan menjalani program dengan baik,” ujar Dr. Herman.

Ia juga berpesan agar Nur Aulia mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater selama berada di Taiwan.

Dr. Herman berharap pengalaman selama mengikuti program magang dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaan, tetapi juga untuk mengenal budaya dan lingkungan internasional.

“Jaga nama baik pribadi, keluarga, dan UMS Rappang. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya dan mendapatkan pengalaman yang nantinya bisa menjadi bekal ketika kembali ke tanah air,” pesannya.

Momen pelepasan tersebut juga diwarnai suasana haru dari orang tua Nur Aulia. Sang ibu mengaku perasaannya campur aduk antara bahagia dan sedih karena untuk pertama kalinya harus berpisah dengan putrinya dalam waktu cukup lama.

“Campur aduk, Pak. Bahagia sekaligus sedih,” ungkapnya.
Meski merasa berat melepas putrinya, sang ibu tetap memberikan doa dan dukungan agar Nur Aulia dapat menjalani program dengan lancar hingga kembali ke Indonesia.
“Semoga lancar dan sehat,” ujarnya singkat.

Ia berharap putrinya dapat menjaga diri selama berada di Taiwan dan menyelesaikan program magang selama satu tahun dengan baik.

Nur Aulia mengatakan proses persiapan keberangkatannya berjalan lancar. Sebelum mengikuti program, ia menjalani sejumlah persiapan, di antaranya tes kemampuan bahasa Inggris dan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU).

“Alhamdulillah, prosesnya lancar. Sebelum berangkat ada tes bahasa Inggris dan MCU,” kata Nur Aulia.

Ia akan menjalani program magang selama satu tahun di Kota Taoyuan, Taiwan.

Nur Aulia mengaku belum terlalu memiliki gambaran mengenai kondisi yang akan dihadapinya selama berada di Taiwan.

Selama menjalani program, Nur Aulia tidak hanya akan mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga kesempatan untuk mengenal budaya, lingkungan profesional, serta sistem kerja di tingkat internasional.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya UMS Rappang dalam mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman global.

Pengalaman magang di luar negeri diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. (*)