Pekalongan, Katasulsel.com – Pulang berjualan sosis, dua kakak-adik justru menjadi korban pengeroyokan di tengah kerumunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, Kabupaten Pekalongan. Video keributan itu viral di media sosial dan kini dilaporkan ke polisi.

Kedua korban yakni Gita Firmansyah (30) dan adiknya, Igbal Raihan. Keduanya merupakan pedagang sosis keliling yang malam itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berjualan di sekitar lokasi karnaval.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kamis (10/9/2026) malam. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan keributan antara dua pengendara sepeda motor dengan sejumlah orang di tengah kerumunan.

Gita kemudian melaporkan kejadian tersebut bersama adiknya ke Polsek Buaran pada Jumat (11/9/2026).

“Ya, korban sudah melaporkan ke Polsek. Laporannya minta ini diusut,” kata Kapolsek Buaran AKP Sunarto, Jumat (11/9/2026).

Gita menceritakan, keributan bermula ketika dirinya hendak melintas di tengah kerumunan. Saat itu terdapat keributan di depan sehingga ia membunyikan klakson karena khawatir menabrak orang.

“Saya kira sudah selesai, saya kan takutnya nabrak, saya klakson. Langsung disahut, terus langsung kronologinya seperti itu,” ujar Gita.

Situasi kemudian memanas. Gita mengaku mendapat pukulan. Melihat kakaknya dipukul, Igbal yang berada di belakang berusaha membantu hingga akhirnya ikut menjadi sasaran.

“Adik saya itu langsung belain saya. Karena kita itu saudara, kakak-adik. Langsung belain, adik saya langsung dipukul,” kata Gita.

Gita mengaku mengalami sakit pada bagian punggung dan kedua tangannya akibat kejadian tersebut. Kendaraan yang digunakan untuk berjualan juga sempat diacak-acak, meski menurutnya tidak mengalami kerusakan parah.

Ia mengaku tidak melakukan perlawanan sebelum kejadian. Menurut Gita, dirinya hanya membunyikan klakson karena kondisi jalan dipenuhi kerumunan.

“Saya tidak menyalahkan warga situ. Mungkin kondisi lagi mabuk, kondisi lagi sama-sama panas. Terus saya lewat, terus malah jadi sasaran,” ujarnya.

Namun, dugaan mengenai kondisi orang-orang yang disebut mabuk tersebut merupakan keterangan dari korban dan belum menjadi kesimpulan polisi.

Kapolsek Buaran AKP Sunarto mengatakan pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut dengan memanggil sejumlah saksi.

“Kalau duduk permasalahannya belum jelas, karena kami masih memanggil saksi-saksi. Jadi kami menunggu keterangan dari saksi,” ujar Sunarto.

Polisi juga menyebut berdasarkan informasi dari pihak panitia, orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut bukan peserta maupun panitia SKNC. Polisi masih mendalami keterangan tersebut bersama informasi dari para saksi.

Gita mengapresiasi warga yang berupaya melerai ketika keributan terjadi. Ia berharap kejadian tersebut dapat diproses sesuai fakta yang ditemukan dalam penyelidikan.

Kasus tersebut kini masih ditangani Polsek Buaran untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam keributan di tengah pelaksanaan SKNC 2026.(*)