Manchester, katasulsel.com — Kalau melihat klasemen, rasanya seperti sedang melihat dua kota yang berbeda.

Padahal masih satu kota.

Manchester City sedang terbang tinggi.

Manchester United justru masih sibuk mencari jalan keluar.

Derbi Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9/2026), mempertegas perbedaan itu.

City menang 1-0.

Golnya cuma satu.

Tapi dampaknya besar.

Erling Haaland menjadi orang yang membuat malam Old Trafford terasa pahit bagi tuan rumah.

Menit ke-60, Haaland menyelesaikan umpan Josko Gvardiol.

Gol sempat dianulir karena dianggap offside.

VAR kemudian turun tangan.

Dan setelah pemeriksaan, gol disahkan.

Patrick Dorgu ternyata membuat posisi Haaland tetap sah.

City unggul 1-0.

Yang menarik, City sebenarnya sudah bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-23.

Phil Foden mendapat kartu merah.

Lebih dari satu jam pertandingan harus dilalui City dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.

Secara matematika, MU mestinya punya keuntungan.

Tapi sepak bola bukan matematika.

Manchester United punya sebelas pemain.

City cuma sepuluh.

Namun yang pulang membawa tiga poin justru City.

MU bahkan sempat mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Marcus Rashford membentur tiang.

Kobbie Mainoo juga melakukan hal serupa.

Ketika MU terus mengejar, Gianluigi Donnarumma muncul sebagai tembok terakhir City.

Penyelamatan pentingnya di penghujung pertandingan memastikan keunggulan 1-0 tidak berubah.

Peluit panjang berbunyi.

City menang.

Dan klasemen pun ikut berubah.

Tambahan tiga poin membuat Manchester City mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan.

Empat pertandingan.

Empat kemenangan.

Sempurna.

City kini berada di posisi kedua Premier League 2026/2027, hanya kalah selisih gol dari Arsenal yang juga mengumpulkan 12 poin dan sama-sama menyapu bersih empat laga awal.

Kalau City sedang menikmati udara papan atas, MU justru sedang menghirup udara yang berbeda.

Manchester United baru mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan.

Posisinya?

Ke-13.

Sudah tiga kali kalah.

Hanya satu kemenangan yang berhasil diamankan.

Jarak kedua klub Manchester itu pun mulai terlihat.

City: 12 poin.

United: 4 poin.

Selisih delapan angka hanya setelah empat pertandingan.

Dan yang membuatnya semakin menyakitkan bagi MU adalah cara kekalahan itu terjadi.

Kalah di Old Trafford.

Kalah dari tetangga sendiri.

Dan lawannya bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam.

Haaland pun ikut menikmati malam spesial tersebut.

Satu golnya membuat koleksi golnya di Premier League musim ini menjadi empat.

Ia kini memimpin daftar pencetak gol sementara.

Bagi City, kemenangan ini bukan cuma soal mengalahkan Manchester United.

Ini soal mengirim pesan sejak awal musim.

Bahwa mereka belum mau turun dari papan atas.

Arsenal boleh berada di puncak.

City sudah menempel.

Sementara MU?

Masih di posisi ke-13.

Musim memang baru berjalan empat pertandingan.

Masih panjang.

Tapi kalau melihat dua klub Manchester dari klasemen saat ini, satu hal sudah kelihatan.

Yang satu sedang mengejar gelar.

Yang satu lagi sedang mengejar ketertinggalan.