Sidrap, katasulsel.com β Malam Minggu ternyata belum tentu waktunya pulang.
Bagi sebagian anak muda, malam adalah waktu mencari angin.
Bagi yang lain, mencari keramaian.
Tapi di depan Kantor SKPD Pemkab Sidrap, Minggu malam, 13 September 2026, ada yang rupanya sedang mencari lintasan.
Jalan raya disulap menjadi sirkuit.
Gas dipelintir.
Suara knalpot meraung.
Balapan liar pun berlangsung.
Waktunya sudah sekitar pukul 23.30 WITA.
Orang lain mungkin sudah bersiap tidur.
Mereka justru bersiap memacu motor.
Sayangnya, lintasannya bukan Sirkuit Mandalika.
Bukan pula Misano.
Dan yang datang kemudian bukan bendera start.
Melainkan polisi.
Jajaran Satlantas Polres Sidrap bergerak.
Aksi balapan liar dibubarkan.
Sejumlah kendaraan bermotor diamankan dari lokasi.
Motor-motor yang sebelumnya dipakai untuk mengejar kecepatan itu kini sudah berada di Mapolres Sidrap.
Ironis memang.
Tadi malam mesinnya meraung.
Sekarang diam.
Tadi malam dikebut.
Sekarang dikandangkan.
Kasat Lantas Polres Sidrap AKP Mulyadi tidak ingin penindakan berhenti sebatas membubarkan kerumunan.
Ada pesan yang ingin dibuat lebih panjang umurnya.
Efek jera.
βUntuk efek jera, akan kami kandangkan tiga bulan,β tegas AKP Mulyadi kepada katasulsel.com.
Tiga bulan.
Bukan tiga lap.
Bukan tiga putaran.
Motor yang diamankan harus menjalani βmasa istirahatβ sesuai penindakan yang diterapkan kepolisian.
Pesannya sederhana.
Jalan umum bukan arena balapan.
Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya siapa paling cepat.
Ada nyawa pengguna jalan.
Ada pejalan kaki.
Ada pengendara lain yang mungkin kebetulan lewat dan tidak tahu sedang ada aksi balapan.
Satu kesalahan kecil bisa membuat malam yang tadinya ingin bersenang-senang berubah menjadi malam yang panjang di rumah sakit.
Itulah yang hendak dicegah polisi.
Balapan liar memang terlihat seru bagi yang ikut.
Tapi bagi orang lain, suara knalpot tengah malam bisa berarti satu hal:
gangguan.
Dan bagi polisi, lebih dari itu.
Potensi kecelakaan.
Maka motor-motor itu kini sudah tidak berada di jalan.
Sudah berada di Mapolres Sidrap.
Mungkin baru kali ini ada motor yang harus belajar satu pelajaran penting:
Tidak semua jalan yang lurus berarti boleh dipakai ngebut.
Dan tidak semua malam harus berakhir dengan garis finis.
Kadang garis akhirnya justru…
pintu halaman Mapolres. (*)
