Sidrap, Katasulsel.comHimpunan Mahasiswa Administrasi Kesehatan (HIMADKES) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Musyawarah Himpunan (Musyhim) ke-IV.

Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi untuk periode berikutnya.

Musyhim IV HIMADKES UMS Rappang berlangsung di Ruang Perkuliahan A3 FIK UMS Rappang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Merajut Kembali Solidaritas, Menyatukan Langkah untuk HIMADKES yang Lebih Harmonis dan Berkualitas.”

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor III UMS Rappang Dr. Herman D, S.Pd., S.IP., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan II FIK Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., pengurus HIMADKES, serta organisatoris internal UMS
Rappang.

Ketua Umum Demisioner HIMADKES, Nurbiani Abidin, mengatakan Musyhim bukan sekadar agenda tahunan organisasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan selama satu periode kepengurusan.

“Musyawarah himpunan ini bukan hanya acara tahunan, tetapi menjadi momen untuk melihat kembali apa yang telah dilaksanakan dan apa yang perlu diperbaiki untuk periode ke depannya,” kata Nurbiani dalam sambutannya.

Ia mengakui selama satu periode kepengurusan terdapat berbagai program yang berjalan sesuai harapan maupun yang belum maksimal. Karena itu, tema Musyhim IV diharapkan menjadi momentum untuk kembali memperkuat solidaritas di tubuh HIMADKES.

“HIMADKES tidak akan berjalan hanya karena satu atau dua orang, tetapi karena adanya kemauan untuk saling mendukung dan berjalan bersama,” ujarnya.

Nurbiani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah memberikan ide, tenaga, dan kontribusi selama satu periode kepengurusan. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah organisasi.

Sementara itu, Wakil Dekan II FIK UMS Rappang Muhammad Rusdi menegaskan HIMADKES merupakan rumah bersama bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan.

Karena itu, solidaritas perlu dibangun secara bersama-sama, mulai dari mahasiswa semester awal hingga mahasiswa tingkat akhir.

“Solidaritas itu dibangun secara bersama-sama di lingkup Program Studi Administrasi Kesehatan, mulai dari semester satu sampai tingkatan yang lebih tinggi. Di sinilah tempat kita belajar dan membangun kerja sama,” kata Rusdi.

Menurutnya, HIMADKES juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membesarkan Program Studi Administrasi Kesehatan, terlebih prodi tersebut tengah mempersiapkan proses akreditasi.

“Insyaallah sebentar lagi kita akan melakukan akreditasi Program Studi Administrasi Kesehatan. Target yang kami rencanakan bersama jajaran fakultas adalah bagaimana program studi ini bisa menjadi unggul. Tentu ini adalah tanggung jawab kita semua, termasuk pengurus himpunan,” jelasnya.

Rusdi menambahkan, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi tempat menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi mahasiswa.

Ia menilai keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi dapat memberikan pengalaman yang penting bagi pengembangan kemampuan mereka, termasuk kemampuan berbicara di depan publik.

Karena itu, ia mendorong pengurus HIMADKES untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi, karakter, dan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas organisasi.

Rusdi juga mengajak mahasiswa HIMADKES memperluas jejaring dengan membangun kolaborasi, tidak hanya di lingkungan internal fakultas, tetapi juga bersama organisasi mahasiswa lain hingga perguruan tinggi berbeda.

“Organisasi itu tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Harus berkolaborasi dan bekerja sama,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi dan perguruan tinggi dapat membuka jaringan yang lebih luas bagi mahasiswa.

Hal tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya mengenal lingkungan internal kampus, tetapi juga mampu membangun networking di luar kampus.

Kepada pengurus demisioner, Rusdi menyampaikan apresiasi atas dedikasi selama satu periode kepengurusan.

Sementara kepada pengurus yang nantinya terpilih, ia berharap mampu menghadirkan langkah-langkah progresif dan inovasi baru bagi HIMADKES.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antar-pengurus. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci agar setiap program kerja yang telah dirancang dapat diselesaikan dengan baik.

“Tanpa kebersamaan, tidak mungkin kita dapat melakukan dan menuntaskan program-program kerja yang sudah direncanakan,” tuturnya.

Musyhim IV HIMADKES UMS Rappang selanjutnya menjadi forum bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi kepengurusan, menyusun arah organisasi, serta memilih kepengurusan baru.

Rusdi berharap program kerja yang dihasilkan melalui musyawarah tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi HIMADKES dan Program Studi Administrasi Kesehatan, tetapi juga membawa dampak bagi UMS Rappang dan masyarakat luas. (*)