Jakarta, Katasulsel.com – Gerbong kepemimpinan baru Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) mulai bergerak. Sejumlah akademisi dari Program Studi Sosiologi kini mengisi posisi strategis di tingkat universitas dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

Perubahan tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan pengelola Unusia masa jabatan 2026–2030 pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Pelantikan berlangsung di Aula Jacoeb Oetama, Lantai IV Kampus A Unusia, Jakarta, berdasarkan surat bernomor 132/Rek/00.03.14/VIII/2026 yang ditandatangani Rektor Unusia, Dr. Fariz Alnizar.

Perubahan signifikan terjadi di Fakultas Ilmu Sosial. Naeni Amanulloh, yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan FIS, kini mendapat amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Jejaring, Inovasi, dan Hubungan Kelembagaan.

Peralihan tersebut membuka babak baru di FIS. Moh. Faiz Maulana, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Program Studi Sosiologi, kini dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

Kepemimpinan FIS tetap diperkuat Amsar, yang melanjutkan tugasnya sebagai Wakil Dekan FIS.

Penyegaran struktur juga menyentuh bidang penjaminan mutu. Shinta Mutiara Rezeky, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Sosiologi, kini mendapat tugas di Lembaga Pengawasan dan Penjaminan Mutu Internal (LPPMI) dengan penempatan pada Unit Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Sosial.

Perubahan posisi tersebut membawa sejumlah akademisi Sosiologi ke tanggung jawab yang berbeda di lingkungan Unusia.

Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Perubahan struktur ini membawa agenda yang lebih besar daripada sekadar pergantian posisi. Di Fakultas Ilmu Sosial, kepemimpinan baru berhadapan dengan pekerjaan untuk memperkuat tata kelola akademik, pengembangan kelembagaan, inovasi, jejaring, dan mutu.

Pengalaman Naeni Amanulloh dalam mengelola FIS kini berlanjut di tingkat universitas. Di tingkat fakultas, Moh. Faiz Maulana dan Amsar melanjutkan pengelolaan FIS, sementara fungsi penjaminan mutu diperkuat melalui Unit Penjaminan Mutu Fakultas.

Membidik Akreditasi Unggul

Agenda berikutnya adalah mendorong program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial menuju akreditasi Unggul. Saat ini, Program Studi Sosiologi Unusia berstatus Baik Sekali.

Target tersebut menuntut penguatan mutu akademik, tata kelola, inovasi, jejaring kelembagaan, serta kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi.

Karena itu, ukuran keberhasilan struktur baru tidak berhenti pada pergantian jabatan. Ukurannya terletak pada kerja yang lahir setelah pelantikan dan capaian yang dapat ditunjukkan.

Bagi Unusia, perubahan tersebut menandai dimulainya periode baru pengelolaan universitas. Bagi Fakultas Ilmu Sosial, tantangannya kini lebih konkret: mempertahankan capaian yang telah diraih dan mendorong program studi menuju tingkat akreditasi yang lebih tinggi. (*)