Sidrap, Katasulsel.com — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali membekali mahasiswa sebelum terjun ke sekolah. Kali ini, mahasiswa semester VII mengikuti pembekalan dan pelepasan untuk menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (12/9/2026). PLP 2 merupakan lanjutan dari PLP 1 yang sebelumnya diikuti mahasiswa semester V.

Dalam PLP 1, mahasiswa lebih banyak melakukan observasi terhadap lingkungan sekolah, perangkat pembelajaran, hingga proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Sementara pada PLP 2, mahasiswa mulai diarahkan untuk terlibat langsung dalam praktik pembelajaran dan tampil mengajar di depan kelas.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan tersebut dihadiri Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan I FKIP Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan II FKIP Prof. Dr. Usman M., S.Pd., S.I.P., M.Pd., para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa peserta PLP 2.

PLP 2 tahun ini mengusung tema “Mengembangkan Kompetensi dan Profesionalisme Calon Pendidik melalui Praktik Pembelajaran Inovatif, Adaptif, dan Berbasis Teknologi di Era Artificial Intelligence”.

Mewakili Dekan FKIP UMS Rappang, Dr. Suhartini Khalik dalam sambutannya mengatakan PLP 2 menjadi tahap penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori kependidikan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan.

“Kalau di PLP 1 kemarin, mahasiswa lebih banyak melakukan observasi, baik terkait lingkungan persekolahan, perangkat pembelajaran, maupun bagaimana guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Nah, hasil observasi inilah nantinya yang akan diterapkan di PLP 2 bersama teori-teori kependidikan yang telah dipelajari,” kata Dr. Suhartini.

Ia menjelaskan, mahasiswa pada PLP 2 tidak lagi hanya melakukan pengamatan. Mereka akan mendapatkan pengalaman lebih nyata sebagai calon guru, termasuk melaksanakan praktik pembelajaran secara langsung di kelas.

“Pada PLP 2 ini targetnya mahasiswa sudah full untuk tampil di depan kelas mengajar. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan tahap awal pelaksanaan PLP 2 untuk memahami secara menyeluruh proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.

Mahasiswa, kata Dr. Suhartini, diharapkan dapat mengamati bagaimana guru memetakan capaian pembelajaran hingga menurunkannya menjadi rancangan atau modul pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.

“Bagaimana Anda memposisikan diri menjadi seorang calon guru di dalam kelas, kemudian bagaimana melakukan evaluasi pembelajaran setelah mempraktikkan pembelajaran di kelas. Inilah kompetensi yang diharapkan dimiliki setelah mengikuti PLP 2,” jelasnya.

Dr. Suhartini juga berpesan agar mahasiswa menjalani PLP 2 dengan sungguh-sungguh. Tugas yang diberikan guru pamong maupun pihak sekolah diminta dilaksanakan secara maksimal.

“Ini adalah kesempatan besar bagi Anda untuk berproses menjadi calon guru yang sebenarnya. Sudah berada di lapangan, bukan lagi hanya belajar di dalam kelas,” katanya.

Selain keseriusan dalam menjalankan tugas, mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater selama berada di sekolah.

Suhartini mengingatkan mahasiswa bahwa sikap, penampilan, cara bergaul, hingga interaksi dengan warga sekolah akan menjadi bagian dari penilaian terhadap mahasiswa sekaligus membawa nama FKIP dan UMS Rappang.

“Jagalah almamater ini. Bagaimana cara menjaganya, silakan dicermati dan dipahami lebih luas. Penampilan, cara bergaul, semuanya akan dilihat. Karena itu, jaga nama baik almamater,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dan kolaborasi yang baik dengan sekolah.

“Harapan kami, Anda bisa tetap menjaga kolaborasi dengan sekolah, baik dengan kepala sekolah, guru pamong, terutama dengan siswa yang Anda hadapi. Jaga kolaborasi itu dengan baik sehingga pelaksanaan PLP 2 dapat berjalan dan terjalin dengan baik,” tuturnya.

Lebih jauh, Suhartini berharap kehadiran mahasiswa PLP 2 dapat meninggalkan kesan positif di sekolah tempat mereka melaksanakan praktik.

“Mudah-mudahan melalui PLP 2 ini Anda bisa meninggalkan kenangan manis di sekolah. Anda diharapkan bisa menjadi corong fakultas dan universitas, sehingga ketika melihat mahasiswa UMS Rappang, orang berpikir bahwa mahasiswanya keren dan mampu mengajar dengan baik,” pungkasnya. (*)