Sidrap, katasulsel.com — Bagi petani, air bukan sekadar aliran yang lewat di saluran irigasi.
Air adalah penentu apakah sawah bisa ditanami, tanaman bisa bertahan, dan panen bisa diselamatkan.
Karena itu, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menyempatkan diri singgah di jembatan Kelurahan Ponrangae untuk melihat langsung kondisi aliran air dari Bendungan Bulu Cenrana.
Dari titik tersebut, aliran air dipantau menuju sejumlah kawasan persawahan, mulai dari Ponrangae, Lasabo, Labuki hingga Soppae.
Bukan sekadar melihat dari jauh.
Bupati ingin memastikan air benar-benar mengalir dan distribusinya tetap berjalan menuju lahan pertanian warga.
Langkah tersebut menjadi penting, terutama bagi petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk menjaga produktivitas sawah.
Dalam sistem pertanian, bendungan hanyalah titik awal.
Air harus terus mengalir melalui jaringan irigasi hingga mencapai petak-petak sawah yang berada jauh dari sumbernya.
Ketika satu titik saluran bermasalah, dampaknya bisa menjalar ke kawasan di hilir.
Sawah yang seharusnya mendapatkan pasokan air bisa mengalami kekurangan, jadwal tanam terganggu, bahkan berpotensi memengaruhi hasil produksi.
Itulah mengapa pemantauan aliran air tidak bisa hanya dilakukan di bendungan.
Saluran distribusi hingga titik hilir juga harus diperhatikan.
Dari Ponrangae hingga Soppae, aliran tersebut menjadi bagian penting dari sistem pengairan yang menopang aktivitas pertanian masyarakat.
Bagi Sidrap yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan, menjaga irigasi berarti menjaga salah satu fondasi ekonomi masyarakat.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan pola musim, kepastian pasokan air menjadi semakin strategis.
Petani tidak hanya membutuhkan lahan subur.
Mereka membutuhkan air yang datang pada waktu yang tepat dan mengalir sampai ke sawah.
Karena itu, singgahnya Bupati Syaharuddin Alrif di jembatan Ponrangae menjadi gambaran sederhana dari persoalan besar di sektor pertanian:
Bendungan boleh penuh, tetapi yang paling penting adalah airnya sampai ke sawah.
Dan ketika air tetap mengalir, harapan petani untuk mempertahankan musim tanam dan mengejar panen juga tetap terjaga. (*)
