Sidrap, Katasulsel.com — Biro Sistem Informasi (BSI) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mendorong transformasi digital dalam layanan akademik. Terbaru, BSI menggelar pendampingan dan pengenalan fitur baru Portal Akademik kepada staf fakultas dan program studi (prodi) lingkup UMS Rappang.

Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Rappang, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan dipimpin Kepala BSI UMS Rappang, Zulkarnain Ahmad, S.I.P., M.A.P., melalui pendampingan yang diberikan kepada para staf fakultas dan prodi.

Zulkarnain mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BSI untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf dalam memanfaatkan Portal Akademik UMS Rappang.

“Pada hari ini kita melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada staf atau rekan-rekan dari program studi dan fakultas lingkup UMS Rappang terkait penggunaan Portal Akademik,” kata Zulkarnain melalui staf BSI, Ayu Anjeliani.

Dia menjelaskan, pendampingan tersebut mencakup sejumlah fitur yang berkaitan langsung dengan aktivitas akademik dan administrasi. Di antaranya sistem persuratan, penilaian mahasiswa, serta pembimbingan tugas akhir secara online.

“Beberapa pelatihan kita hari ini terkait dengan sistem persuratan, penilaian, dan pembimbingan online. Kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring sekaligus mempermudah berbagai rangkaian kegiatan ke depannya,” jelasnya.

Pada fitur persuratan, BSI memperkenalkan sistem administrasi surat yang lebih terstruktur dan terdigitalisasi. Proses tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas.

“Fungsi dari kegiatan persuratan ini tentunya agar administrasi persuratan di lingkup UMS Rappang lebih terstruktur, tersusun rapi, dan lebih cepat dalam pelayanan,” ujarnya.

Menurut Ayu, proses penandatanganan dokumen juga telah diarahkan menggunakan sistem digital dengan QR code atau barcode. Dengan sistem tersebut, proses verifikasi dapat dilakukan secara digital melalui akun dosen masing-masing.

“Pelayanannya sudah tidak menggunakan kertas. Penandatanganan sudah menggunakan QR barcode, sehingga verifikasinya langsung masuk ke akun dosen masing-masing,” katanya.

Selain persuratan, BSI juga memberikan pendampingan mengenai sistem penilaian mahasiswa. Staf fakultas dan prodi diarahkan untuk melakukan pemantauan nilai pada setiap periode akademik sehingga informasi akademik mahasiswa dapat terkelola dengan lebih baik.

“Untuk sistem penilaian, kita selalu menekankan agar nilai mahasiswa terus dimonitor setiap periode akademik. Dengan begitu, mahasiswa juga tetap bisa memantau nilai mereka melalui KHS,” jelasnya.

Fitur lain yang menjadi bagian dari pendampingan yakni pembimbingan tugas akhir secara online. Fitur tersebut memungkinkan mahasiswa melakukan proses pembimbingan dengan dosen melalui Portal Akademik tanpa harus selalu melakukan pertemuan secara langsung.

“Pembimbingan online ini bertujuan mempermudah mahasiswa dalam pembimbingan tugas akhirnya. Jadi, tidak perlu lagi selalu bertemu dengan dosen, tetapi bisa dilakukan melalui portal masing-masing,” ungkap Zulkarnain.

Dia menambahkan, penerapan berbagai fitur digital tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kecepatan pelayanan akademik, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan anggaran dan mengurangi penggunaan kertas.

“Tujuan utama sosialisasi ini juga untuk menghindari penggunaan kertas yang berlebihan. Dari sisi efisiensi, termasuk anggaran, tentu menjadi lebih efisien,” pungkasnya.

Langkah tersebut sejalan dengan identitas UMS Rappang sebagai The Digital Entrepreneurship University, yang terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tata kelola dan pelayanan perguruan tinggi. (*)