Misano, katasulsel.com — Balapan belum lama dimulai, tapi Veda Ega Pratama sudah harus berjuang keras.
Start dari posisi ke-15 di Moto3 San Marino 2026, Minggu (13/9/2026), pembalap muda Indonesia itu langsung terlibat dalam pertarungan sengit di tengah rombongan.
Saling salip terjadi.
Posisi berubah cepat.
Dan Veda bahkan sempat terlempar sampai urutan ke-20.
Situasinya jelas nggak ideal.
Dari posisi start ke-15, turun lima tingkat membuat perjuangan Veda di Sirkuit Misano makin berat.
Tapi dia nggak mau menyerah begitu saja.
Lap demi lap dilalui dengan terus mencoba memperbaiki posisi.
Persaingan di rombongan tengah Moto3 memang terkenal rapat. Satu kesalahan kecil bisa bikin pembalap kehilangan beberapa posisi sekaligus.
Veda akhirnya mampu memperbaiki posisinya.
Namun sampai bendera finis dikibarkan, perjuangannya berhenti di posisi ke-18.
Belum sesuai harapan.
Dan yang paling bikin kurang puas, hasil tersebut membuat Veda belum mendapatkan poin dari seri Moto3 San Marino kali ini.
Meski begitu, balapan di Misano bukan cerita tentang angka 18 semata.
Ada pertarungan panjang sejak lampu start padam.
Ada posisi yang naik-turun.
Ada momen ketika Veda harus menerima kenyataan turun sampai posisi ke-20.
Dan ada usaha untuk kembali merangsek ke depan sebelum akhirnya menyentuh garis finis di urutan ke-18.
Buat Veda, pekerjaan rumahnya jelas masih banyak.
Kecepatan harus terus diasah.
Konsistensi harus diperbaiki.
Dan yang paling penting, peluang mendapatkan poin harus kembali dikejar pada seri berikutnya.
Moto3 memang bukan kelas yang memberi ruang untuk santai.
Jarak antarpembalap bisa sangat tipis.
Hari ini bisa berjuang di depan, besok bisa terjebak di rombongan belakang.
Veda sudah merasakan itu di Misano.
Belum ada poin yang dibawa pulang.
Tapi perjuangannya belum selesai.
Sirkuit boleh berganti.
Hasil hari ini boleh bikin kecewa.
Namun musim masih panjang.
Dan bagi Veda Ega Pratama, garis finis hari ini bukan akhir cerita.
Justru dari posisi ke-18 itulah perjuangan berikutnya dimulai. (*)
