Manchester, katasulsel.com — Ini derbi yang bikin logika sepak bola ikut bingung.

Manchester City kehilangan satu pemain sejak menit ke-23.

Artinya, hampir sepanjang pertandingan City harus bermain dengan 10 orang.

Lawan mereka?

Manchester United.

Bermain di Old Trafford sendiri.

Harusnya MU yang berpesta.

Ternyata tidak.

Justru City yang pulang sambil tersenyum.

Manchester City mengalahkan Manchester United 1-0 dalam Derbi Manchester pekan keempat Liga Inggris 2026/2027, Minggu (13/9/2026).

Erling Haaland menjadi nama yang membuat malam Old Trafford terasa makin panjang bagi tuan rumah.

Menit ke-60.

Haaland muncul.

Memanfaatkan umpan silang Joško Gvardiol, striker Norwegia itu menjebol gawang MU.

Sempat dianulir.

VAR kemudian bekerja.

Tiga menit terasa seperti tiga tahun bagi kedua kubu.

Setelah peninjauan, gol akhirnya disahkan.

City unggul 1-0.

MU protes.

Michael Carrick, pelatih Manchester United, ikut tidak terima.

Tapi papan skor tidak berubah.

Yang berubah justru suasana stadion.

Sebelumnya MU punya keuntungan jumlah pemain.

Sekarang mereka punya masalah.

Mereka harus mengejar gol dari tim yang justru bermain dengan 10 orang.

Namun sepak bola kadang memang tidak mengenal rasa malu.

MU punya peluang.

Bahkan beberapa di antaranya nyaris membuat Old Trafford meledak.

Tendangan bebas Marcus Rashford hanya membentur tiang.

Kobbie Mainoo juga punya kesempatan emas.

Bola lagi-lagi tidak mau masuk.

City bertahan.

MU menyerang.

City menunggu.

MU semakin frustrasi.

Sampai akhirnya pertandingan memasuki masa injury time.

Dan di sinilah Gianluigi Donnarumma menunjukkan kenapa seorang kiper kadang bisa menjadi penyelamat terakhir sebuah tim.

Bryan Mbeumo mendapatkan peluang.

Tembakan dilepaskan.

Donnarumma terbang.

Bola ditepis.

Selesai.

Manchester City menang.

Satu gol.

Tiga poin.

Dengan sepuluh pemain.

Ironisnya, kartu merah Phil Foden pada menit ke-23 justru menjadi salah satu titik paling kontroversial pertandingan.

Foden diusir setelah terlibat insiden dengan Bruno Fernandes.

Keputusan wasit Michael Oliver langsung menjadi bahan perdebatan.

City harus bermain dengan sepuluh pemain.

Tapi justru setelah itu mereka menunjukkan sesuatu yang lebih mahal daripada jumlah pemain:

mental.

Empat pertandingan.

Empat kemenangan.

Manchester City masih sempurna di awal musim.

Sementara Manchester United harus menelan kekalahan di kandang sendiri dan masih tertahan di papan bawah.

Buat MU, kekalahan ini tentu menyakitkan.

Bukan cuma karena kalah dari tetangga.

Tapi karena mereka kalah ketika lawannya bermain dengan sepuluh orang.

Di Old Trafford pula.

Sedangkan bagi City, kemenangan ini bisa jadi salah satu kemenangan paling berharga musim ini.

Sebab mereka tidak menang dengan mudah.

Mereka menang dengan bertahan.

Menang dengan sabar.

Menang ketika keadaan justru tidak berpihak.

Dan tentu saja…

menang karena punya Haalan (*)