Wajo, Katasulsel.com β€” Hampir dua tahun, keberadaan PTA (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menjadi misteri.

Sejak September 2024, keluarga kehilangan kontak dengan PTA. Laporan orang hilang pun dibuat. Waktu terus berjalan, sementara keberadaan perempuan tersebut belum diketahui.

Kasus itu akhirnya menemukan titik terang setelah polisi mengembangkan penyelidikan terhadap orang yang diketahui terakhir bersama korban.

Namanya Alber alias Latu (37), seorang sopir travel.

Dari sinilah benang merah kasus mulai terbuka.

Polisi dari Polres Wajo melakukan penelusuran terhadap keberadaan Alber. Namun pencarian tidak mudah. Setelah kejadian, Alber diduga melarikan diri dan bahkan sempat bersembunyi di Papua selama sekitar satu tahun.

Pelarian itu tidak membuat penyelidikan berhenti.

Polisi terus mencari informasi mengenai keberadaan Alber. Hingga akhirnya, pada awal Agustus 2026, penyidik mendapatkan informasi bahwa pria tersebut berada di wilayah Sulawesi Barat.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti Unit Resmob Sat Reskrim Polres Wajo.

Jejak di Mamuju Membuka Jalan

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, polisi bergerak menuju Kabupaten Mamuju.

Alber akhirnya ditemukan di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai posisi Alber dan melakukan penyelidikan.

β€œPada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026, melalui Kasat Reskrim Polres Wajo mendapatkan informasi terkait posisi pelaku Alber. Dari hasil penyelidikan, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Wajo berhasil mengamankan pelaku di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,” kata Douglas.

Penangkapan Alber menjadi titik balik.

Dari pengembangan penyelidikan, polisi akhirnya memperoleh petunjuk mengenai nasib PTA yang selama ini dinyatakan hilang.

Polisi mengungkap PTA diduga telah dibunuh setelah melakukan perjalanan dari Wajo menuju Morowali pada September 2024.

Dari Orang Hilang Menjadi Kasus Pembunuhan

Menurut keterangan polisi, Alber diduga menghabisi korban dengan menggunakan kunci roda dan memukul bagian kepala.

Setelah korban meninggal dunia, jasad PTA diduga dibuang ke sebuah jurang di Desa Kalono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Lokasi tersebut kemudian ditelusuri.

Pada Minggu, 8 Agustus 2026, polisi menemukan jasad korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 60 meter.

Kondisinya sudah tinggal kerangka.

Sejumlah barang yang diduga milik PTA turut ditemukan di lokasi, antara lain celana pendek, pakaian dalam, anting, gelang dan cincin emas.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan identitas dan penyidikan kasus.

Jejak ATM Ikut Terbuka

Penyelidikan polisi juga menemukan dugaan bahwa setelah korban meninggal, Alber mengambil dua ponsel serta kartu ATM milik PTA.

Uang di rekening korban disebut kemudian dikuras hingga mencapai sekitar Rp62 juta.

Fakta tersebut menambah rangkaian dugaan tindak pidana yang sedang didalami penyidik.

Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya menyebut motif awal pembunuhan berkaitan dengan persoalan pribadi.

β€œMotifnya sakit hati di mana dari pengakuan pelaku, bahwa korban sempat memaki adik pelaku yang kemudian memicu emosi pelaku,” ujar Douglas dalam rilis kasus di Mapolres Wajo, Senin (10/8/2026).

Tiga Polisi, Tiga Wilayah

Pengungkapan kasus ini tidak berdiri sendiri.

Penyelidikan melibatkan koordinasi Polres Wajo, Polres Mamuju dan Polres Morowali.

Wajo menjadi titik awal karena korban merupakan warga daerah tersebut dan laporan kehilangan dibuat di sana.

Mamuju menjadi titik penangkapan Alber setelah polisi berhasil melacak keberadaannya.

Sedangkan Morowali menjadi lokasi ditemukannya jasad korban sekaligus wilayah hukum tempat perkara tersebut ditangani.

Setelah diamankan di Mamuju, Alber selanjutnya diserahkan kepada Polres Morowali untuk menjalani proses hukum.

Kasus yang selama hampir dua tahun berawal dari satu laporan orang hilang itu akhirnya berubah menjadi perkara pembunuhan setelah polisi berhasil menemukan orang yang diduga terakhir bersama korban, melacak pelariannya, menangkapnya di Mamuju, lalu mengungkap lokasi pembuangan jasad di Morowali.

Kunci terbongkarnya kasus ini ternyata bukan satu petunjuk tunggal, melainkan rangkaian penyelidikan yang terus dikejar polisi meski jejak korban dan pelaku sempat menghilang selama hampir dua tahun. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Wajo terbaru di sini