Sidrap, Katasulsel.com — Sampah rumah tangga sering dianggap persoalan kecil. Namun jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa menjadi masalah besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kesadaran itulah yang coba dibangun Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melalui kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bola Bulu tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang lebih bijak dan ramah lingkungan.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan konsep 3R, yaitu mengurangi sampah (Reduce), menggunakan kembali barang yang masih layak (Reuse), serta mengolah kembali sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna (Recycle).
Mahasiswa menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Banyak jenis sampah rumah tangga yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali jika dikelola dengan benar.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga terlihat aktif mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan sampah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta bahkan menanyakan cara memanfaatkan kaleng bekas agar dapat digunakan kembali, sementara peserta lainnya tertarik mempelajari proses pembuatan kompos dari sisa sayuran dan limbah dapur rumah tangga.
Tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah mulai mendapat perhatian serius di tengah masyarakat.
Ibu Desa Bola Bulu, Hj. Andi Ermawati, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengelola dan memanfaatkan sampah yang ada di sekitar kita. Harapannya, prinsip 3R dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lingkungan Desa Bola Bulu semakin bersih dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab program sekaligus mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Julietta Masak Ziva Tambing, menegaskan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan menerapkan prinsip 3R, volume sampah dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih sehat,” jelas Julietta.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Sidrap, khususnya di Desa Bola Bulu, semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Jika prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle diterapkan secara konsisten, bukan hanya kebersihan lingkungan yang terjaga, tetapi juga dapat menciptakan kebiasaan hidup yang lebih sehat sekaligus mengurangi beban sampah di masa depan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
