Sidrap, Katasulsel.com — Peta politik Golkar Sidrap mulai bergerak. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), H. Ismail Aksa secara terbuka menyatakan kesiapannya maju memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Sidrap.
Bukan sekadar mengejar posisi ketua.
Ismail Aksa membawa satu agenda besar: membangkitkan kembali mesin politik Partai Golkar di Bumi Nene Mallomo.
Dalam wawancara khusus dengan Katasulsel.com di Hotel Grand Sidny Pangkajene, Sabtu (5/9/2026), Ismail Aksa mengatakan dirinya ingin melihat Golkar kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Sidrap.
“Motivasi saya maju karena ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sidrap,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal politik yang cukup jelas menjelang Musda.
Ismail Aksa tampaknya tidak ingin Golkar sekadar bertahan dengan kekuatan yang ada. Ia ingin melakukan konsolidasi, memperkuat kaderisasi, menghidupkan kembali mesin partai hingga akar rumput, sekaligus meningkatkan daya tawar politik Golkar.
Empat Kursi Jadi Titik Awal
Saat ini Golkar Sidrap memiliki empat kursi di DPRD Sidrap.
Bagi Ismail Aksa, empat kursi tersebut bukan garis finis.
Justru sebaliknya, itu menjadi modal awal untuk melakukan ekspansi politik.
Jika diberi mandat memimpin Golkar Sidrap, ia menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
Namun ada target yang lebih berani.
Ismail Aksa ingin kader Golkar kembali menduduki kursi pimpinan DPRD Sidrap.
Artinya, pertarungan Musda bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi ketua partai.
Ada pertaruhan lebih besar: seberapa kuat Golkar akan kembali dalam konfigurasi politik Sidrap.
Nama Ismail Aksa dan Manuver Politik
Nama Ismail Aksa juga mencuat setelah dirinya diketahui pernah menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Ismail Aksa membenarkan pertemuan tersebut.
Namun ia menilai pertemuan dengan pimpinan partai merupakan sesuatu yang wajar dilakukan kader.
“Saya rasa itu manusiawi dan siapapun bisa melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi politik menjelang Musda mulai berlangsung.
Dalam politik, silaturahmi elite sering kali menjadi bagian dari konsolidasi. Tetapi keputusan akhir tetap berada pada mekanisme organisasi dan forum Musda.
Bukan Sekadar Kursi Ketua
Ismail Aksa menawarkan narasi yang cukup sederhana, tetapi punya daya jual politik yang kuat: Golkar harus bangkit.
Ia ingin partai berlambang pohon beringin itu kembali memiliki daya elektoral, memperbesar representasi di parlemen, dan mengembalikan kadernya ke posisi strategis DPRD Sidrap.
Jika agenda tersebut benar-benar dijalankan, maka Musda Golkar Sidrap akan menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian kepemimpinan.
Musda bisa menjadi titik balik.
Apakah Golkar Sidrap akan tetap dengan konfigurasi politik yang ada?
Atau justru melakukan reposisi besar-besaran untuk menyambut pertarungan elektoral berikutnya?
H. Ismail Aksa sudah menyatakan siap.
Ia datang membawa satu kata kunci:
Bangkit.
Dan kini, panggung Musda Golkar Sidrap tinggal menunggu siapa yang mendapatkan mandat untuk mengendalikan kemudi Beringin di Bumi Nene Mallomo.(edybasri)
