Sidrap, Katasulsel.com — Upaya mencegah stunting ternyata tidak dimulai saat anak lahir, melainkan sejak masih berada dalam kandungan. Pesan itulah yang dibawa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin melalui program SEHATI (Sehat Hamil, ASI Optimal, Cegah Stunting) di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Program yang digelar di Posyandu Pembantu Kelurahan Pangkajene pada Kamis (16/7/2026) itu menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta). Sebanyak 41 peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi selama kehamilan, pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemberian ASI eksklusif, hingga pencegahan stunting pada anak.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi yang menjadi perhatian tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Berdasarkan data Pustu Maritengngae periode Januari–Juli 2026, tercatat 38 ibu hamil dan sembilan di antaranya mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Selain itu, cakupan pemberian ASI eksklusif juga disebut belum mencapai target yang diharapkan.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin menghadirkan program edukasi yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Penanggung jawab program, Tsaqifa Nur Shadrina dari Program Studi Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa kesehatan ibu selama kehamilan memiliki hubungan langsung dengan tumbuh kembang anak di masa depan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu ibu perlu memahami pentingnya gizi yang cukup, pencegahan KEK, serta persiapan menyusui agar ASI dapat diberikan secara optimal,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan edukasi mengenai kebutuhan gizi ibu hamil, pentingnya konsumsi protein hewani, pemeriksaan kehamilan rutin, pencegahan KEK, hingga manfaat ASI eksklusif bagi pertumbuhan anak.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Sebelum penyuluhan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal. Setelah seluruh materi selesai diberikan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bahan evaluasi peningkatan pemahaman.

Yang menarik, mahasiswa KKN tidak hanya mengandalkan metode ceramah. Mereka juga memperkenalkan Buku Saku SEHATI yang berisi panduan praktis tentang gizi kehamilan, pencegahan KEK, persiapan menyusui, dan ASI eksklusif.

Selain itu, poster edukasi dipasang sebagai media pengingat visual agar pesan kesehatan tetap melekat setelah kegiatan berakhir.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan posyandu yang melibatkan petugas kesehatan dari puskesmas. Pelayanan tersebut mencakup pengukuran antropometri bayi dan balita serta pemberian imunisasi bagi baduta dan balita.

Kolaborasi antara edukasi dan pelayanan kesehatan tersebut dinilai penting untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan.

Melalui program SEHATI, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap ibu hamil dan ibu baduta di Sidrap semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga menyusui.

Dengan langkah sederhana seperti pemenuhan gizi yang baik, pencegahan KEK, dan pemberian ASI eksklusif, upaya menekan angka stunting di Sidrap diharapkan dapat dimulai dari rumah dan berlangsung sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, periode yang menjadi penentu kualitas generasi masa depan. (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini