📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Makassar, Katasulsel.com – Tabir kematian Muhammad Rehan Ramadhan (20) akhirnya terbuka. Remaja asal Makassar itu bukan tewas akibat kecelakaan tunggal seperti yang sempat beredar, melainkan menjadi korban pengeroyokan brutal yang berujung penikaman. Polisi memastikan, ada tiga pelaku di balik kematian Rehan, dan seluruhnya kini telah diamankan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan, kasus ini sempat mengendap karena para pelaku melarikan diri usai kejadian. Namun setelah proses panjang, kepolisian berhasil menuntaskan pengejaran.

“Peristiwanya memang sudah cukup lama. Para pelaku sempat kabur, tapi sekarang semuanya sudah tertangkap,” ujar Arya dalam konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (5/2/2026).

Pelaku terakhir yang dibekuk adalah Renaldi Fitra Valencia Aksa. Ia ditangkap setelah enam bulan bersembunyi di Kabupaten Timika, Papua Tengah. Dengan penangkapan tersebut, Arya memastikan tak ada lagi pelaku yang bebas berkeliaran.

“Dengan ini kami pastikan seluruh pelaku sudah diamankan,” tegasnya.

Sebelumnya, dua tersangka lain lebih dulu diringkus jajaran Polsek Panakkukang. Keduanya yakni Kevin Arielson alias Kevar dan Tedi Roni Pathatan. Bahkan, berkas perkara dua pelaku tersebut telah lebih dahulu dilimpahkan ke kejaksaan.

“Seluruh tersangka sudah dalam proses hukum. Pelaku terakhir juga langsung kami serahkan ke pihak kejaksaan,” kata Arya.

Kasus penganiayaan ini terjadi di Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, pada Sabtu (6/9/2025). Saat pertama kali mencuat ke publik, kematian Rehan disebut-sebut sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal setelah menabrak tiang.

Namun penyelidikan polisi justru menemukan fakta sebaliknya.

“Informasi awal memang kecelakaan. Tapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan indikasi kuat tindak pidana kekerasan,” ungkap Arya.

Hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Makassar menunjukkan korban mengalami sejumlah luka mencurigakan. Selain luka di kepala dan punggung, ditemukan pula luka tikaman di bagian dada serta ketiak kanan.

“Awalnya dibilang kecelakaan. Setelah divisum, ternyata ada luka tusuk. Dari situ kami lakukan penyelidikan dan memburu para pelaku,” jelas Arya.

Salah Tuduh Berujung Nyawa Melayang

Motif pengeroyokan pun terungkap. Para pelaku diduga terbakar emosi karena menuduh korban sebagai pelaku pencurian helm dan ayam di sekitar lokasi kejadian. Tanpa memastikan kebenaran, korban langsung dianiaya secara bersama-sama hingga meregang nyawa.

“Pelaku menduga korban sebagai pencuri ayam. Saat bertemu, langsung dilakukan penganiayaan dan akhirnya korban meninggal dunia,” pungkas Arya. (*)