📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Makassar, katasulsel.com – Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menutup rapat ruang perbedaan arah dalam perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Organisasi payung Wija to Luwu itu menegaskan, seluruh langkah dan agenda pemekaran kini berada dalam satu garis perjuangan yang utuh, konsisten, dan tidak terbuka untuk tafsir baru.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, saat bertemu sejumlah tokoh KKLR dan anggota Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Kamis (5/2/2026).

Hasbi menyatakan, rujukan perjuangan sudah final dan terang, yakni Rekomendasi Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija to Luwu tertanggal 20 Januari 2026 serta Surat Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada 23 Januari 2026.

“Kami tegaskan kembali, perjuangan Provinsi Luwu Raya secara konseptual sudah final. Rujukannya jelas dan tidak ke mana-mana lagi,” ujar Hasbi.

Menurutnya, dua dokumen tersebut dengan tegas mengarahkan pemekaran wilayah Luwu Raya pada satu paket perjuangan, yakni pembentukan Provinsi Luwu Raya yang bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Tidak ada ruang untuk agenda lain di luar konsepsi tersebut.

“Provinsi Luwu Raya terdiri atas Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, ditambah Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah pemekaran. Itu satu kesatuan perjuangan,” tegas Hasbi yang juga menjabat Koordinator Wilayah BPP DOB Luwu Raya.

Ia menjelaskan, saat ini fokus utama badan pekerja adalah menyelesaikan seluruh persyaratan administratif sebagai syarat pengusulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ke pemerintah pusat. Dokumen Provinsi Luwu Raya, termasuk naskah kajian akademik, tengah dirampungkan secara menyeluruh.

Sementara itu, untuk Kabupaten Luwu Tengah, Hasbi menyebut prosesnya relatif lebih maju. Dokumen administratif telah lama siap, bahkan rancangan undang-undangnya sudah tersedia dan tinggal menunggu persetujuan DPR RI.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulawesi Selatan, Hasbi mengapresiasi kuatnya sinergi lintas elemen dalam perjuangan yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut. Dukungan datang dari Kedatuan Luwu, paguyuban KKLR, kepala daerah se-Luwu Raya, hingga mahasiswa, pemuda, dan masyarakat luas.

“Sinerginya luar biasa. Ini pertanda bahwa perjuangan kita sudah memasuki fase penting dan semakin mendekati hasil,” ujarnya optimistis.