📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Makassar, katasulsel.com — Presiden Prabowo Subianto sudah bicara soal “bersih”. Bukan cuma bersih pikiran. Bukan hanya bersih tata kelola. Tapi juga bersih lingkungan. Kota. Ruang publik.

Di Kota Makassar, pesan itu tidak dijawab dengan seminar. Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memilih cara yang lebih sunyi. Ia turun ke Pantai Losari. Memungut sampah.

Jumat pagi, 6 Februari 2026. Pantai Losari belum ramai. Angin laut masih pelan.

Di antara warga yang jogging dan pedagang yang bersiap, terlihat Kapolda Sulawesi Selatan itu bersama jajarannya.

Tangannya sibuk. Kantong sampah dipegang. Botol plastik, sisa makanan, plastik pembungkus, satu per satu diangkat.

Tidak ada jarak pangkat pagi itu. Pejabat utama Polda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, Kapolres Pelabuhan Makassar ikut memungut sampah yang sama. Di waktu yang sama, seluruh Polres di Sulawesi Selatan juga melakukan hal serupa di wilayah masing-masing.

Losari dipilih bukan tanpa alasan. Inilah wajah Makassar. Ikonnya. Etalasenya. Tempat orang menilai kota ini sebelum menilai hal lain.

Makassar, kata Djuhandhani, adalah pintu gerbang Indonesia bagian timur. Banyak orang singgah. Banyak mata melihat. Dan kebersihan adalah kesan pertama yang tidak bisa ditawar.

“Kalau ikonnya kotor, citra kota ikut kotor,” ujarnya singkat.

Kalimatnya tidak panjang. Tapi pesannya jelas. Presiden sudah bicara. Aparat di daerah tinggal menerjemahkan.

Bakti sosial ini memang kegiatan sederhana. Tapi justru di situ letak maknanya. Polisi biasanya identik dengan razia, pengamanan, dan penegakan hukum. Pagi itu, polisi memberi contoh yang lain: merawat kota.

Djuhandhani tahu, polisi tidak bisa memungut sampah setiap hari. Karena itu, pesannya diarahkan ke warga. Kebersihan bukan tugas satu institusi. Ini urusan bersama.

“Kebersihan itu cerminan kehidupan sosial kita,” katanya. Santai. Tanpa nada menggurui.

Losari pun dibersihkan pagi itu. Tapi yang lebih penting, sebuah pesan ditinggalkan. Presiden sudah bicara tentang bersih. Kapolda sudah memungut sampah.

Sisanya tinggal kita. (edybasri)