📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppMakassar, Katasulsel.com – Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur, Jumat (13/2/2026).
Pertemuan dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman selaku Ketua Harian TPID dan TP2DD Sulsel, para bupati dan wali kota, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD se-Sulawesi Selatan.
Syaharuddin hadir didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan, Kabag Perekonomian Haris Alimin, serta Plt Kepala BKAD Sunandar Priyoatmojo bersama jajaran TPID dan TP2DD.
HLM digelar untuk memperkuat sinergi kebijakan dan langkah strategis pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi keuangan daerah bersama seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan pertemuan tersebut menjadi forum strategis menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, dan ketahanan ekonomi daerah.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia berharap HLM menghasilkan kebijakan konkret dan berkelanjutan yang dimonitor secara berkala agar pengendalian inflasi semakin efektif.
Sementara itu, Syaharuddin memaparkan capaian produksi dan peningkatan ekonomi Kabupaten Sidrap dalam satu tahun terakhir. Peningkatan kesejahteraan masyarakat ditopang kenaikan produksi sektor pertanian dan perkebunan.
Ia menyampaikan pengendalian inflasi di Sidrap dilakukan melalui koordinasi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang kurang tersedia.
“Untuk menekan inflasi, kami akan terus berkoordinasi dengan kabupaten lain guna memenuhi kebutuhan komoditas yang kurang di Sidrap,” jelasnya.
Terkait TP2DD, ia menyebut daya beli masyarakat Sidrap relatif tinggi seiring peningkatan pendapatan dari sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi tersebut menjaga stabilitas Indeks Harga Konsumen meski inflasi berada di angka 5,46 persen.
“Dengan pendapatan masyarakat yang baik, daya beli tetap terjaga sehingga gejolak inflasi masih bisa kami atasi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk terus meningkatkan kinerja TPID dan TP2DD serta mempertahankan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia Timur dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan daerah.








Tinggalkan Balasan