Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 333 Lihat semua

JAKARTA — Di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan lalu, nama Veda Ega Pratama mendadak jadi sorotan dunia balap. Debut Moto3-nya? Finis posisi lima besar. Tapi yang lebih menarik adalah atmosfer yang ia hadapi: balapan penuh tekanan, mirip gaya yang kerap dihadapi Marc Marquez saat menjadi rookie di MotoGP.

Veda, 17 tahun, sebelumnya jadi bintang di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 dengan finis kedua klasemen akhir. Kini, dia membela Honda Team Asia di Moto3 2026 dan langsung menebar ancaman sejak sesi latihan, hanya sekali keluar dari sepuluh besar.

Media Italia, Corsedimoto, menyorot sisi mental Veda. “Dia belum pernah jadi wild card atau pengganti sebelumnya. Tapi di Buriram, Veda menghadapi tekanan besar, seakan menyaingi aura juara dunia seperti Marc Marquez saat awal debutnya. Veda sempat merangsek ke zona podium sebelum finis kelima.”

Kejutan ini juga mulai menarik perhatian . Analisis dari pengamat menyebut, performa Veda menunjukkan kemampuan adaptasi dan strategi yang jarang dimiliki rookie, bahkan yang melihat balap dari ajang Red Bull Rookies Cup saja.

Direktur Gresini Racing, Carlo Merlini, menambahkan perspektif menarik: “Saya sedang mengamati rider Asia. Veda Ega

Pratama punya karakter mirip Marc Marquez: berani, cepat belajar, dan tidak gentar di lintasan. Olahraga kita butuh rider seperti ini.”

Veda sendiri menegaskan bahwa pengalaman di Thailand akan jadi bekal penting saat GP Brasil (20-22 Maret 2026). “GP Brasil sirkuit baru bagi semua pembalap. Mental yang teruji di Buriram membantu saya menghadapi persaingan ketat, termasuk menyalip rival yang punya pengalaman lebih,” kata Veda.

Pengamat balap menyorot satu hal unik: selain skill, Veda punya “sense” membaca balapan ala Marquez — menekan peluang, mengatur ban, dan memilih momen tepat menyerang. Meski masih rookie, aura agresif dan cerdas ini membuatnya disebut sebagai calon “Marquez-nya Indonesia”.

Jika Veda mampu mempertahankan ritme dan strategi seperti ini, bukan tidak mungkin kita akan melihat rookie Asia menantang bintang dunia lebih cepat dari perkiraan. Dari Buriram ke Brasil, dunia kini menunggu apakah Indonesia punya Marquez versi baru — tapi dengan bibit lokal, nama Veda Ega Pratama. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.