JAKARTA β€” Di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan lalu, nama Veda Ega Pratama mendadak jadi sorotan dunia balap. Debut Moto3-nya? Finis posisi lima besar. Tapi yang lebih menarik adalah atmosfer yang ia hadapi: balapan penuh tekanan, mirip gaya yang kerap dihadapi Marc Marquez saat menjadi rookie di MotoGP.

Veda, 17 tahun, sebelumnya jadi bintang di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 dengan finis kedua klasemen akhir. Kini, dia membela Honda Team Asia di Moto3 2026 dan langsung menebar ancaman sejak sesi latihan, hanya sekali keluar dari sepuluh besar.

Media Italia, Corsedimoto, menyorot sisi mental Veda. β€œDia belum pernah jadi wild card atau pengganti sebelumnya. Tapi di Buriram, Veda menghadapi tekanan besar, seakan menyaingi aura juara dunia seperti Marc Marquez saat awal debutnya. Veda sempat merangsek ke zona podium sebelum finis kelima.”

Kejutan ini juga mulai menarik perhatian . Analisis dari pengamat menyebut, performa Veda menunjukkan kemampuan adaptasi dan strategi yang jarang dimiliki rookie, bahkan yang melihat balap dari ajang Red Bull Rookies Cup saja.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Direktur Gresini Racing, Carlo Merlini, menambahkan perspektif menarik: β€œSaya sedang mengamati rider Asia. Veda Ega Pratama punya karakter mirip Marc Marquez: berani, cepat belajar, dan tidak gentar di lintasan. Olahraga kita butuh rider seperti ini.”

Veda sendiri menegaskan bahwa pengalaman di Thailand akan jadi bekal penting saat GP Brasil (20-22 Maret 2026). β€œGP Brasil sirkuit baru bagi semua pembalap. Mental yang teruji di Buriram membantu saya menghadapi persaingan ketat, termasuk menyalip rival yang punya pengalaman lebih,” kata Veda.

Pengamat balap menyorot satu hal unik: selain skill, Veda punya β€œsense” membaca balapan ala Marquez β€” menekan peluang, mengatur ban, dan memilih momen tepat menyerang. Meski masih rookie, aura agresif dan cerdas ini membuatnya disebut sebagai calon β€œMarquez-nya Indonesia”.

Jika Veda mampu mempertahankan ritme dan strategi seperti ini, bukan tidak mungkin kita akan melihat rookie Asia menantang bintang dunia lebih cepat dari perkiraan. Dari Buriram ke Brasil, dunia kini menunggu apakah Indonesia punya Marquez versi baru β€” tapi dengan bibit lokal, nama Veda Ega Pratama. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 07 Maret 2026 17:53 WIB