Soppeng, Katasulsel.com β Persoalan sampah rumah tangga, tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita, hingga hipertensi pada lansia menjadi tiga persoalan kesehatan yang menjadi perhatian mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) selama melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.
Sebagai bentuk intervensi, mahasiswa menghadirkan enam program pemberdayaan masyarakat yang dirancang agar tetap berlanjut setelah masa pengabdian berakhir. Seluruh capaian tersebut dipaparkan dalam Seminar Akhir PBL III yang digelar di Aula Kantor Desa Barang, Senin (6/7/2026).
Koordinator Posko Desa Barang, Alviana K.R., mengatakan pelaksanaan PBL tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan kesehatan yang dihadapi desa.
“Selama menjalankan PBL, kami belajar bahwa keberhasilan sebuah program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, seluruh program dirancang agar dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh warga setelah kami selesai bertugas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Human-Centered Design (HCD), yakni metode yang mengedepankan potensi serta sumber daya yang telah dimiliki masyarakat sebagai kekuatan utama dalam menyelesaikan persoalan kesehatan secara berkelanjutan.
Enam program yang dijalankan meliputi SUCI (Sarana Ibadah untuk Cerdas dan Bersih), KREASI (Kerajinan Ramah Lingkungan dari Sampah Inovatif), KELANA (Kegiatan Edukasi Kesehatan Keliling), SERASI (Senam Rutin Masyarakat Desa Barang), CERIA (Cek Kesehatan Gratis Keliling Deteksi Hipertensi), serta GARAM (Gaya Asin Rendah, Aman, dan Menyenangkan).
Program-program tersebut melibatkan pemerintah desa, Puskesmas Pacongkang, kader kesehatan, PKK, Posyandu, tokoh agama, hingga masyarakat setempat. Beberapa di antaranya bahkan disiapkan untuk terus berjalan, seperti pemanfaatan poster edukasi ISPA di fasilitas umum, penyebaran video edukasi konsumsi garam sehat melalui kader kesehatan dan puskesmas, serta pelaksanaan senam rutin sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Sekretaris Desa Barang, Deddi Jamal, mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKM Unhas selama mendampingi masyarakat melalui berbagai program kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi mahasiswa FKM Unhas. Program yang telah dijalankan diharapkan tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Barang,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Babinsa Desa Barang, Sertu Abdul Rahman. Ia menilai mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Barang, Drs. H. Rahmat P., berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
Seminar akhir dihadiri unsur pemerintah desa, perwakilan Puskesmas Pacongkang, tokoh agama, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, serta masyarakat. Pada kesempatan itu, mahasiswa juga menyerahkan plakat penghargaan kepada Pemerintah Desa Barang dan Puskesmas Pacongkang sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi selama pelaksanaan PBL.
Melalui program berbasis pemberdayaan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat dapat melanjutkan berbagai inisiatif yang telah dibangun sehingga upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Barang tetap berjalan secara berkelanjutan.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
