Soppeng, katasulsel.com β Sebuah stiker kecil yang ditempel di dinding rumah warga Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, ternyata membawa pengaruh yang tidak kecil. Bukan sekadar tempelan, stiker larangan merokok itu kini menjadi pengingat bagi para ayah untuk tidak lagi menyalakan rokok di dalam rumah.
Bahkan, di beberapa rumah, anak dan istri mulai ikut menjadikannya sebagai βalarmβ sederhana saat ada anggota keluarga yang lupa dan hendak merokok di dekat mereka.
Stiker itu dibagikan dalam program SERASI (Stiker Edukasi Rumah Aman, Sehat, dan Inspiratif) yang dijalankan Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Posko Desa Baringeng, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 30 stiker dipasang di rumah-rumah warga sebagai bagian dari edukasi untuk mendorong terciptanya rumah bebas asap rokok.
Sebelum stiker dipasang, mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan kepada warga mengenai bahaya asap rokok di lingkungan rumah, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan anggota keluarga lain yang berisiko menjadi perokok pasif. Pesan yang dibawa sederhana, tetapi penting: merokok di dalam rumah bukan hanya soal kebiasaan pribadi, melainkan juga soal kesehatan seluruh penghuni rumah.
Ardi, warga Dusun Pompulue, mengaku awalnya tidak memahami maksud dari stiker yang ditempel di rumahnya. Ia mengira stiker itu hanya tempelan biasa. Namun setelah dijelaskan, ia mulai menyadari bahwa kebiasaan merokok di dalam rumah bisa berdampak pada istri dan anak-anaknya.
βDulu saya kurang paham, kukira cuma tempelan biasa. Pas dijelaskan baru saya tahu kalau maksudnya supaya jangan merokok di dalam rumah. Kasihan anak-anak sama istri kalau kena asap rokok,β ujarnya.
Kini, kata Ardi, stiker itu justru sering menjadi pengingat setiap kali ia hendak merokok di rumah.
βKalau mau merokok terus lihat stiker, langsung ingatmi keluar dulu. Anak-anak juga sering bilang, βPak, di luar maki merokok,ββ tuturnya.
Cerita serupa datang dari Suarni, warga Dusun Takku. Menurutnya, stiker tersebut sangat membantu keluarga untuk saling mengingatkan tanpa harus banyak bicara.
βKalau bapaknya lupa, saya tinggal tunjuk saja stikernya. Anak-anak juga kadang ikut mengingatkan,β katanya.
Bagi mahasiswa PBL III FKM Unhas, keberadaan stiker ini memang dirancang bukan sekadar sebagai media informasi, melainkan pengingat harian yang terus terlihat di dalam rumah. Harapannya, pesan tentang bahaya asap rokok tidak berhenti saat edukasi selesai, tetapi tetap hidup dalam kebiasaan keluarga sehari-hari.
Lewat program SERASI, mahasiswa ingin mendorong kesadaran bahwa rumah yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kebersihan dan makanan bergizi, tetapi juga oleh udara yang aman untuk dihirup seluruh anggota keluarga. Dari selembar stiker sederhana di dinding rumah, pesan itu kini mulai bekerja pelan-pelan di Desa Baringeng: kalau ingin merokok, jangan lagi di dalam rumah.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
