Soppeng, katasulsel.com β Banyak remaja menganggap sakit maag hanyalah gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Namun dalam sebuah kegiatan edukasi di Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, fakta berbeda justru terungkap.
Jika dibiarkan berulang dan tidak ditangani dengan baik, gastritis atau peradangan lambung ternyata bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Fakta tersebut disampaikan dalam program SANTAI (Sadar Tanda dan Atasi Gastritis Sejak Dini) yang digelar Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Kesehatan Masyarakat.
Menariknya, kegiatan ini tidak menghadirkan dokter atau tenaga kesehatan sebagai pemateri utama. Edukasi justru disampaikan oleh seorang remaja setempat yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan Tana Bellange, Desa Lalabata Riaja.
Pendekatan itu membuat suasana diskusi terasa lebih dekat dan mudah diterima peserta.
Saat menyampaikan materi, pemateri dari kalangan remaja mengungkapkan bahwa gastritis bukan sekadar rasa perih atau nyeri di lambung yang sering dianggap sepele.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius apabila terus berulang dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian peserta yang sebagian besar mengaku pernah mengalami keluhan lambung, terutama akibat terlambat makan atau kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu.
Selain membahas bahaya gastritis, peserta juga diajak mengenali tanda-tanda awal yang sering tidak disadari, mulai dari nyeri ulu hati, perut terasa kembung, mual, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.
Para remaja juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan yang teratur, menghindari kebiasaan yang dapat mengiritasi lambung, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala terus berulang.
Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah keterlibatan langsung remaja sebagai penyampai informasi.
Mahasiswa PBL hanya bertindak sebagai fasilitator, sementara materi sepenuhnya disampaikan oleh remaja yang telah dibekali pengetahuan sebelumnya.
Menurut penanggung jawab program, Riska, cara tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan diri remaja sekaligus menciptakan agen edukasi kesehatan yang dapat terus menyebarkan informasi kepada teman sebaya dan keluarganya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan lambung.
Banyak di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa beberapa kebiasaan yang sering dilakukan ternyata dapat meningkatkan risiko gastritis.
Melalui program SANTAI, mahasiswa berharap kesadaran remaja di Desa Lalabata Riaja terhadap kesehatan lambung semakin meningkat.
Sebab, menurut mereka, penyakit lambung sering kali dianggap masalah kecil hingga akhirnya terlambat ditangani.
Dan dari sebuah pertemuan sederhana di Tana Bellange, muncul satu pesan yang membuat banyak peserta penasaran sekaligus waspada: ternyata sakit maag yang sering dianggap biasa bisa menjadi awal masalah kesehatan yang lebih serius jika terus diabaikan.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
