SOPPENG, katasulsel.com β Sejumlah siswa SMP di Kabupaten Soppeng mendadak antusias saat melihat bahan-bahan dapur seperti jahe, serai, kunyit, dan daun salam disusun di atas meja. Bukan untuk pelajaran memasak, melainkan untuk mengenal cara menjaga kesehatan sejak usia dini.
Kegiatan unik itu berlangsung di SMP Negeri 6 Lilirilau melalui program SI TOGA (Siswa Inovatif dengan Tanaman Obat Keluarga untuk Pencegahan Hipertensi) yang digelar Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Posko Desa Baringeng.
Sebanyak 17 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan yang menggabungkan edukasi kesehatan dengan praktik langsung meracik minuman herbal dari tanaman obat keluarga (TOGA).
Yang membuat siswa penasaran, mereka diajak mengenali manfaat tanaman yang selama ini sering ditemukan di dapur atau pekarangan rumah, tetapi jarang diketahui khasiatnya.
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa memberikan edukasi mengenai hipertensi atau tekanan darah tinggi yang selama ini lebih dikenal sebagai penyakit orang dewasa.
Namun para siswa dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa pola hidup tidak sehat sejak usia muda dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit di kemudian hari.
Karena itu, penting bagi generasi muda untuk mulai mengenal kebiasaan hidup sehat sejak sekarang.
Setelah sesi materi, suasana kelas berubah menjadi lebih hidup.
Siswa diajak langsung mengolah jahe, serai, kunyit, dan daun salam menjadi minuman herbal yang kemudian dicampur dengan gula merah sebagai pemanis alami.
Mereka tidak hanya melihat prosesnya, tetapi juga ikut meracik hingga minuman tersebut siap disajikan.
Gelak tawa dan rasa penasaran terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sebagian siswa mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar rumah ternyata dapat diolah menjadi minuman yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan.
Bagi mahasiswa PBL III, kegiatan ini bukan sekadar memperkenalkan tanaman obat keluarga.
Lebih dari itu, program SI TOGA dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari obat-obatan modern, tetapi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan sederhana dan mudah dipraktikkan, siswa diharapkan mampu membawa pengetahuan tersebut ke rumah dan membagikannya kepada keluarga.
Dengan demikian, manfaat edukasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus menyebar ke lingkungan masyarakat.
Di tengah maraknya minuman kemasan yang digemari anak-anak dan remaja, kegiatan ini menghadirkan alternatif yang menarik.
Dari SMP Negeri 6 Lilirilau, para siswa belajar bahwa bahan-bahan yang selama ini hanya dianggap bumbu dapur ternyata menyimpan manfaat yang tidak sedikit bagi kesehatan.
Dan bagi banyak peserta, pelajaran paling menarik hari itu bukanlah teori di papan tulis, melainkan fakta bahwa resep minuman sehat ternyata bisa dibuat dari tanaman yang tumbuh di halaman rumah mereka sendiri. (*)
Penulis: Flora Sambo / Soppeng
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
